15 Pengertian Diplomasi Menurut Para Ahli

15 Pengertian Diplomasi Menurut Para Ahli

15 Pengertian Diplomasi Menurut Para Ahli

15 Pengertian Diplomasi Menurut Para Ahli

1. Menurut Clausewitz

Menurut Clausewitz, pakar strategi perang Jerman, diplomasi merupakan alat untuk mencegah perang. Apabila diplomasi gagal, melalui cara damai tidak berhasil, maka perang merupakan jalan terakhir. Perang adalah alat kebijakan luar negeri, manakala cara damai dalam melindungi kepentingan nasionalnya gagal. Dengan demikian perang dilancarkan setelah diplomasi gagal.

2. Menurut Earnest Satow

Menurut Earnest Satow, Burke memakai kata “diplomasi” untuk menunjukkan keahlian atau keberhasilan dalam melakukan hubungan internasional dan perundingan di tahun 1796.

3. Menurut The Hamber’s Twentieth Century Dictionary

Menurut The Hamber’s Twentieth Century Dictionary, diplomasi adalah seni berunding, khususnya tentang perjanjian di antara negara-negara; keahlian politik. Disini, yang pertama menekankan pada kegiatannya, sedangkan yang kedua meletakkan penekanan pada seni berundingnya.

4. Menurut KM Panikkar dalam bukunya The Principal and Practice of Diplomacy

Menurut KM Panikkar dalam bukunya The Principal and Practice of Diplomacy mengatakan diplomasi dalam hubungannya dengan politik internasional, adalah seni mengedepankan kepentingan suatu negara dalam hubungannya dengan negara lain.
5. Menurut Svarlien, diplomasi sebagai seni dan ilmu perwakilan negara dan perundingan.
6. Menurut Ivo D. Duchacek diplomasi biasanya didefinisikan sebagai praktek pelaksanaan politik luar negeri suatu negara dengan cara negosiasi dengan negara lain.
7. Menurut Sir Earnest Satow, dalam bukunya Guide to Diplomatic Practice memberikan karakterisasi diplomasi yang bagus meskipun tidak jelas dan kurang akurat. Ia mengatakan diplomasi adalah “the application of intelligence and tact to conduct of official relation betweenthe government of independent states.” (penerapan kepandaian dan taktik pada pelaksanaan hubungna resmi antara pemerintah negara-negara berdaulat)
8. Menurut Oxford Dictionary, diplomasi adalah manajemen hubungan internasional melalui negosiasi; dimana hubungan ini diselaraskan dan diatur duta besar dan para wakil; bisnis atau seni para diplomat
9. Menurut The Hamber’s Twentieth Century Dictionary, diplomasi adalah seni berunding, khususnya tentang perjanjian diantara negara-negara, keahlian politik.
10. Harold Nicholson, seorang pengkaji dan praktisi diplomasi abad duapuluh menegaskan kata diplomasi secara gegabah diambil untuk menunjukkan lima hal yang berbeda. Dari lima hal tersebut, empat hal yang pertama yakni, (1) politik luar negeri, (2) negosiasi, (3) mekanisme pelaksanaan negosiasi, dan (4) suatu cabang dinas luar negeri. Ia selanjutnya mengatakan bahwa interpretasi kelima merupakan suatu kualitas abstrak pemberian, yang didalam arti baik mencakup keahlian dan pelaksanaan negosiasi internasional. Dan dalam arti yang buruk mencakup tindakan taktik yang lebih licik. Tetapi akhirnya Nicholson menerima definisi yang diberikan oleh Oxford English Dictionary yang dianggap cukup luas untuk mencakup aspek-aspek yang berbeda dari diplomasi.
11. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Diplomasi adalah urusan atau penyelenggaraan perhubungan resmi antara negara satu dengan yang lain.
Urusan kepentingan sebuah negara dengan perantaraan wakil-wakilnya di negara lain. Pengetahuan dan kecakapan dalam hal perhubungan antara negara dan negara.
12. Menurut S.L Roy ( Diplomacy; 1984)¸ diplomasi adalah seni mengedepankan kepentingan suatu negara melalui negosiasi dengan cara-cara damai apabila mungkin dalam hubungan dengan negara lain, jika cara damai gagal, cara ancaman untuk kekuatan nyata diperbolehkan.
13. Menurut R.W Sterling ( Macropolitics; 1970,p.233 ) : Sebenarnya diplomasi adalah politik mengenai hubungan internasional; dalam batasan yang paling tepat, diplomasi adalah politik internasional.
14. Menurut W.W Kulski (International Politics in A Revolutionary Age; 1968,p.624) : diplomasi adalah sinonim dengan kebijaksanaan ataupun politik Luar Negeri yang mempunyai dua sisi utama yaitu perumusan politik L.N dan para pejabat yang menerapkannya.
15. Menurut Charles Burton Marshall, diplomasi adalah alat yang berguna untuk mengumpulkan informasi sehubungan dengan pandangan dan kebijakan dari negara lain dan untuk mengomunikasikan pandangan negeri sendiri kepada pemerintah negara lain dengan kesopanan dan beberapa batas tertentu, tapi juga dengan ketepatan dan kepastian.”

Baca Artikel Lainnya: