6.542 Siswa Sumbar Tak Bisa Ikut UNBK

6.542 Siswa Sumbar Tak Bisa Ikut UNBK

6.542 Siswa Sumbar Tak Bisa Ikut UNBK

6.542 Siswa Sumbar Tak Bisa Ikut UNBK
6.542 Siswa Sumbar Tak Bisa Ikut UNBK

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk tingkat SMA/MA akan digelar serentak seluruh Indonesia, Senin (9/4), pekan depan. Sedikitnya, ada 40.232 siswa-siswi dari 262 SMA/MA di Sumatera Barat (Sumbar) yang akan mengikuti proses ujian akhir tahun pelajaran 2017-2018 itu.

Hanya saja, tidak seluruh SMA/MA di Sumbar yang melaksanakan UNBK. Setidaknya, ada tujuh kabupaten/kota yang masih menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Pensil (UNBP). Jumlah peserta UNBP tersebut mencapai 6.542 orang yang tersebar di 54 SMA/MA.

“Ya beberapa tidak bisa menggelar UNBK. Masing-masing, Kepulauan Mentawai;

Tanah Datar; Solok Selatan; Sijunjung; Dharmasraya; dan Pasaman Barat. Ada juga yang di Kota Padang. Jadi, tidak semua sekolah di daerah itu yang tidak bisa gelar UNBK,” terang Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Burhasman di Padang, Kamis (5/4).

Penyebab tidak bisanya diselenggarakan UNBK di tujuh kabupaten/kota itu katanya, dipengaruhi beberapa faktor. Diantaranya, karena minimnya peralatan hingga ketiadaan jaringan internet.

“Untuk daerah Mentawai, kita akan pikirkan cara supaya bisa mengikuti UNBK tahun depan. Sebab, tahun ini tengah dilakukannya pembangunan telekomunikasi di Mentawai,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Sumbar Bustavidia menambahkan,

pihaknya akan melaporkan persoalan masih banyaknya sekolah yang belum melaksanakan UNBK ini pada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemerintah Pusat.

“Selesai UN nanti, kita segera sampaikan ke PPK Pusat. Agar UNBK bisa selenggarakan offline. Kalau ini beres, nantinya kita fokus menyediakan fasilitas komputer saja,” tegasnya.

Jika kelak UNBK digelar offline, maka soal ujiannya akan diberikan dalam bentuk

software yang disimpan melalui flasdisk. Di saat ujian akan dimulai, setiap peserta akan diberikan nomor token untuk login membuka soal ujian.

Dilanjutkan Bustavidia, pihaknya menyuarakan ujian offline karena faktor jaringan. Sebab, banyak sekolah yang memiliki fasilitas komputer. Namun, ketiadaan jaringan membuat unit komputer tersebut sia-sia dan tidak bisa digunakan.

 

Sumber :

https://miralaonline.net/nomina-dan-pronomina-adalah/