Asal mula terjadinya Negara di golongkan menjadi 3 yaitu

Asal mula terjadinya Negara di golongkan menjadi 3 yaitu

Asal mula terjadinya Negara di golongkan menjadi 3 yaitu

Asal mula terjadinya Negara di golongkan menjadi 3 yaitu
Asal mula terjadinya Negara

1. Asal Negara dengan pendekatan secara factual dengan di dasarkan kenyataan yang sungguh – sungguh terjadi berdasarkan sejarah, asal mula Negara secara factual  meliputi :

a. Occupatie (Pendudukan): pendudukan suatu wilayah yang semula tidak bertuan oleh sekelompok manusia/ suatu bangsa yang kemudian mendirikan negara di wilayah tersebut. Contoh: Liberia yang diduduki budak-budak Negro yang dimerdekakan pada tahun 1847.

b. Separatie (Pemisahan): Suatu wilayah yang semula merupakan bagian dari negara tertentu, kemudian memisahkan diri dari negara induknya dan menyatakan kemerdekaan. Contoh: Belgia pada tahun 1839 melepaskan diri dari Belanda, dan Negara timor leste yang memisahkan diri dari Indonesia.

c. Fusi (Peleburan): beberapa negara melebur menjadi satu negara baru. Contoh: pembentukan Kerajaan Jerman pada tahun 1871.

d. Inovatie (Pembentukan Baru): Suatu negara pecah dan lenyap, kemudian di atas bekas wilayah negara itu timbul negara(-negara) baru. Contoh: pada tahun 1832 Colombia pecah menjadi negara-negara baru, yaitu Venezuela dan Colombia Baru (ingat pula negara-negara baru pecahan dari Uni Sovyet!).

e. Cessie (Penyerahan) : penyerahan suatu daerah kepada negara lain. Contoh: Sleeswijk diserahkan oleh Austria kepada Prusia (Jerman).

f. Accessie(Penaikan): bertambahnya tanah dari lumpur yang mengeras di kuala sungai (atau daratan yang timbul dari dasar laut) dan menjadi wilayah yang dapat dihuni manusia sehingga suatu ketika telah memenuhi unsur-unsur terbentuknya negara.

g. Anexatie (Penguasaan): penaklukan suatu wilayah yang memungkinkan pendirian suatu negara di wilayah itu setelah 30 tahun tanpa reaksi yang memadai dari penduduk setempat.

h. Proklamasi: pernyataan kemerdekaan yang dilakukan setelah keberhasilan merebut kembali wilayah yang dijajah bangsa/ negara asing. Contoh: Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

2. Asal mula Negara secara Teoritis( teori) dengan cara menyimpulkan bagaimana terbentuknya suatu Negara dengan hanya menggunakan filosofis, dugaan dan pemikiran logis tanpa mencari bukti – bukti terkait. Adapun teori yang ada antara lain :

1. Teori Ketuhanan

Menurut Friederich Julius Stahl (1802-1861) timbulnya suatu Negara adalah kehendak tuhan  semua tidak akan terjadi tanpa kehendak-Nya. Negara tumbuh secara berangsur – angsur tumbuh melalui proses evolusi mulai dari keluarga hinga menjadi bangsa.

2. Teori Perjanjian Masyarakat

Teori ini disusun berdasarkan anggapan bahwa sebelum ada negara, manusia hidup sendiri-sendiri dan berpindah-pindah. Pada waktu itu belum ada masyarakat dan peraturan yang mengaturnya sehingga kekacauan mudah terjadi di mana pun dan kapan pun. Tanpa peraturan, kehidupan manusia tidak berbeda dengan cara hidup binatang buas. Ada beberapa tokoh penganut “Teori Perjanjian Masyarakat” antara lain :

a. Thomas Hoobbes yang menyusun teori unionis dan pactum subiectionis berisi tentang perjanjian antarkelompok manusia dengan penguasa dan penyerahan hak – hak alami kepda penguasa dan berjanji taat kepadamya

b. John Locke menyusun teori Perjanjian Masyarakat dalam bukunya Two Treaties on Civil Government bersamaan dengan tumbuh kembangnya kaum borjuis (golongan menengah) yang menghendaki perlindungan penguasa atas diri dan kepentingannya. Maka John Locke mendalilkan bahwa dalam pactum subiectionis tidak semua hak manusia diserahkan kepada raja. Seharusnya ada beberapa hak tertentu (yang diberikan alam) tetap melekat padanya. Hak yang tidak diserahkan itu adalah hak azasi manusia yang terdiri: hak hidup, hak kebebasan dan hak milik. Hak-hak itu harus dijamin raja dalam UUD negara. Menurut John Locke, negara sebaiknya berbentuk kerajaan yang berundang-undang dasar atau monarki konstitusional.

c. J.J. Rousseau dalam bukunya Du Contract Social berpendapat bahwa setelah menerima mandat dari rakyat, penguasa mengembalikan hak-hak rakyat dalam bentuk hak warga negara (civil rights). Ia juga menyatakan bahwa negara yang terbentuk oleh Perjanjian Masyarakat harus menjamin kebebasan dan persamaan. Penguasa sekadar wakil rakyat, dibentuk berdasarkan kehendak rakyat (volonte general). Maka, apabila tidak mampu menjamin kebebasan dan persamaan, penguasa itu dapat diganti.

3. Teori Kekuasaan

Teori Kekuasaan menyatakan bahwa negara terbentuk berdasarkan kekuasaan. Orang kuatlah yang pertama-tama mendirikan negara, karena dengan kekuatannya itu ia berkuasa memaksakan kehendaknya terhadap orang lain

4. Teori Hukum Alam

Para penganut teori hukum alam menganggap adanya hukum yang berlaku abadi dan universal (tidak berubah, berlaku di setiap waktu dan tempat). Hukum alam bukan buatan negara, melainkan hukum yang berlaku menurut kehendak alam.

5. Teori Hukum

Teori hukum dibagi menjadi 2 antara lain :

a. Hukum Murni yaitu negara adalah suatu kesatuan tata hukum yang bersifat memaksa. Setiap orang harus taat dan tunduk. Kehendak negara adalah kehendak hukum. Negara identik dengan hukum.

b. Hukum Modern yaitu menitikberatkan fakta dan sudut pandangan tertentu untuk memperoleh kesimpulan tentang asal mula, hakikat dan bentuk negara.

3. Asal mula Negara secara Primer & Sekunder, dalam penggolongan secara primer dan sekunder ada beberapa bentuk terjadinya negara antara lain :

Sumber : https://freemattandgrace.com/