Batuan Beku Basa

 Batuan Beku Basa

Batuan beku basa memperlihatkan warna gelap hitam olwh mineral-mineral ferromagnesian dan  mineral-mineral plagioglas basa. Ukuran butir dari batuan ini adalah halus hingga kasar.batuan basa dalam bentuk intrusi kebanyakan dyke,sill, apophyse dan lelehan. Bentuk intrusi tersebut berhubungan dengan sifat magmanya yang memiliki kekentalan  rendah ( encer ) sehingga dapat memasuki celah – celah sempit  atau dapat berupa lelehan yang luas dipermukaan. Pada permukaan  batuan beku luar dari batuan beku basa ini , kadang ditemukan  vesiculasi- vesiculasi sebagai kesan bahan-bahan volatil. batuan beku basa sering pula memberikan bentuk permukaan seperti susunan balok atau pahoe-pahoe, yang terbentuk pada pembentukan magma yang encer. Sedangkan magma yang kental atau asam biasanya membentk seperti susunan tali atau ropy.

Temperatur pembekuan dari batuan beku basa sekitar 1000…C, dimana dapat terjadi proses asimilasi dengan baik apabila batuaan sampingnya lebih asam.meskipun demikian, kadang masih dapat ditemukan xenolith dari batuan yang sama atau yang beku basa ( ultra mafic ). Disekitar penyebaran batuan beku basa, ditemukan di tempat-tempat batuan intermediate dengan penyebaran kecil sebagai akibat hasil asimilasi magma basa dengan batuan samping yang bersipat asam atau dapat pula terbentuk melalui proses differensiasi magma . biasanya dapat ditemukan pada bagian tepi dan atas tubuh intrusi batuan beku basa. Termasuk batuan beku basa adalah Gabro, Diabase, Basal dan Trachyte.

  1. Batuan Beku Ultrabasa

Batuan beku ultra basa adalah batuan yang tersusun  oleh mineral-mineral ferromagnesium sehingga kenampakannya sangat gelap atau hitam. Batuan ini mudah lapuk terhadap air hujan seperti halnya Batu gamping karena sifatnya yang tidak tahan terhadap kondisi

Asam. Kenampakannya hampir sama dengan permukaan batugamping dengan lubang-lubang atau torehan air hujan.  Bentuk dan tipe dari tubuh batuan beku ultrabasa belum  dapat diketahui dengan jelas karena batuan merupakan batuan dasar samudra yang umurnya lebih tua.

Kehadiran suatu singkapan ultrabasa didaerah kontinen  sangat berkaitan erat dengan gerak – gerak tektonik masa lampau didaerah tersebut dan biasanya batuan ini berasosiasi dengan batuan metamorf  dan batuan sedimen tua. Kehadiran ultrabasa ini biasanya diakibatkan oleh obduksi, sehingga banyak memberikan batas litologi dan sona sesar naik. Sebagai aki bat aktivitas tektonik, batuan ultrabasa banyak mengalami penghancuran atau penggerusan, kekar-kekar dan metamorfisme dinamik yang disertai dengan proses kloritisasi, serpentinisasi, dan lain-lain.

Temperatur pemb3kuan batuan beku ultrabasa adalah diatas 1000…Cdan secara teoritis prosses asimilasi berjalan sempurna. Oleh karna kondisi pembekuan batuan beku ultrabasa paada kedalaman dan tekanan yang besar, serta urutan kristalisasi dari mineral penyusunnya  yang mengkristal dengan tingkat kristalisasi yang relative sama sehingga bentuk Kristal dari baatuan beku  ultrabasa adalah anhedral-subhedral. Pada batuan ini tidak ditemukan mineral feldspar lagi.

Yang termasuk batuan beku ultrabasa adalah sebagai berikut :

Dunit, yaitu batuan beku plutonik dengan komposisi 90 % Olivin.

Peridotit, yaitu batuan beku plutonik dengan komposisi piroksin dan olivin ( 10 – 50 % ).

Piroksenit, yaitu batuan beku  plutonik dengan komposisi 90 % pirokksin.

Limburgit, yaitu batuan beku lelehan dari batuan ultrabasa