Berikut Isi Pidato TP Rachmat Bos Triputra Group Usai Dianugerahi Doktor Kehormatan dari ITB (Bag 1)

Berikut Isi Pidato TP Rachmat Bos Triputra Group Usai Dianugerahi Doktor Kehormatan dari ITB (Bag 1)

Berikut Isi Pidato TP Rachmat Bos Triputra Group Usai Dianugerahi Doktor Kehormatan dari ITB (Bag 1)

Berikut Isi Pidato TP Rachmat Bos Triputra Group Usai Dianugerahi Doktor Kehormatan dari ITB (Bag 1)
Berikut Isi Pidato TP Rachmat Bos Triputra Group Usai Dianugerahi Doktor Kehormatan dari ITB (Bag 1)

Bandung – Theodore Permadi Rachmat atau biasa dikenal dengan TP Rachmat

merupakan seorang pengusaha sukses nasional yang mendirikan Triputra Group pada tahun 1998.

Perusahaan tersebut bergerak di bisnis karet olahan, batu bara, perdagangan, manufakturing, agribisnis, dealership motor dan logistik.

TP Rachmat mantan salesman Astra Grup ini juga sukses membesarkan salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yakni PT Adaro Energy bersama sepupunya yaitu Edwin Soeryadjaya.

Baru-baru ini, pengusaha yang masuk daftar sebagai orang terkaya di Indonesia

urutan ke-14 ini dianugerahi gelar doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Institut Teknologi Bandung (ITB) karena kontribusi dan peran-nya terhadap perkembangan industri manufaktur dan teknologi di Indonesia.

Gelar Doktor Kehormatan tersebut berlangsung di Aula Barat, Kampus ITB, Jalan Ganesa, Kota Bandung (3/7).

Berikut adalah isi pidato TP Rachmat saat mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari ITB:

Yang terhormat,
Pimpinan dan anggota Majelis Wali Amanat ITB, Pimpinan dan anggota Senat Akademik ITB, Rektor dan Wakil Rektor ITB, Pimpinan dan anggota Forum Guru Besar ITB, Ketua dan Anggota Tim Promotor,
Sahabat dari Komite Ekonomi Nasional, Sahabat dari Alumni SMA Santo Aloysius, Sahabat dari Alumni Departemen Teknik Mesin ITB Angkatan ’61, Sahabat dari bidang bisnis, Sahabat dari berbagai komunitas,
Keluarga yang amat saya cintai,
Serta para undangan dan hadirin sekalian. Selamat pagi, semoga karunia Tuhan Yang Maha Esa beserta kita semua.

Sebelum saya mulai, saya harus berterus terang, bahwa menyiapkan pidato pagi ini

adalah salah satu yang paling sulit. Berdiri di sini, di depan jajaran pendidik, praktisi, tokoh-tokoh bisnis dan tokoh-tokoh bangsa, membuat saya sulit memilih hal apa yang perlu saya sampaikan.

Terlebih lagi, seumur hidup saya tidak pernah membayangkan berdiri di mimbar ini, untuk tujuan seperti ini. Menjadi sebuah kehormatan bagi saya, dan menjadi momen yang tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup saya. Saya hanya berharap agar paparan sederhana yang akan saya sampaikan ini berkenan dan bermanfaat bagi Bapak dan Ibu sekalian.

Izinkan saya memulai pidato yang berjudul “Karakter dan Mindset Sebagai Penentu Keberhasilan dan Kelangsungan Bangsa” ini, dengan bercerita sedikit tentang masa kecil dan keluarga saya.

Saya lahir di Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Majalengka, sekitar 75 tahun yang lalu. Saya adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Ayah saya bernama Raphael Adi Rachmat, dan Ibu saya bernama

Raphael Adi Rachmat, dan Ibu saya bernama Augustine. Saya memiliki satu kakak, Alm. Benny Rachmat, dan satu adik, Ibu Linda Rachmat.

Di usia 28 tahun, saya menikah dengan Ibu Like Rani Imanto. Dari pernikahan kami, Tuhan mengaruniakan 3 anak yang sangat saya cintai dan banggakan: Christian Ariano Rachmat, Arif Patrick Rachmat, dan Ayu Rachmat.

 

Baca Juga :