CONTOH PAJAK DI INDONESIA

CONTOH PAJAK DI INDONESIA

CONTOH PAJAK DI INDONESIA

CONTOH PAJAK DI INDONESIA

Perlu anda ketahui bahwa ada banyak contoh pajak yang ada di Indonesia, berikut ini ada 5 contoh pajak yang harus anda pahami lengkap dengan pengertian masing-masing contoh pajak tersebut. Yang diantaranya yaitu sebagai berikut :

1. PAJAK PENGHASILAN (PPH)

Pajak penghasilan adalah suatu pungutan pajak yang dikenakan kepada setiap wajib pajak, baik pribadi maupun badan usaha. Pajak ini diambil dengan cara memotong penghasilan, yang diperoleh oleh wajib pajak tersebut. Selain pada gaji karyawan, pajak penghasilan ini juga dapat dipungut dari keuntungan usaha, honorarium dan hadiah yang berupa harta bersih.

Hadiah yang berupa harta bersih tersebut biasanya merupakan jenis hadiah, yang dapat dimanfaatkan sebagai konsumsi atau untuk menambah jumlah kekayaan seseorang. Penghasilan ini diterima baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Sementara untuk Pph badan, adalah jenis pajak dari penghasilan kotor dari usaha yang telah seseorang jalankan.

Bicara tentang pajak, baru-baru ini pemerintah baru saja mengeluarkan kebijakan Pph final sebesar 0,5% yang di mana tariff tersebut dikenakan pada setiap wajib pajak badan yang memiliki omset penjualan sebesar 4,8 milyar.

2. PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)

Yang dimaksud dengan pajak pertambahan nilai adalah pajak yang dikenakan terhadap setiap barang kena pajak, atau jasa kena pajak di dalam suatu daerah atau pabean yang termasuk wilayah seluruh Indonesia misalnya air, udara, laut dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Pajak ini tidak hanya dikenakan pada orang pribadi saja, tetapi juga pada perusahaan atau pemerintah.

Untuk pungutan Ppn biasanya akan dilakukan oleh Perusahaan Kena Pajak, atau (PKP) yang menjual suatu barang dan jasa. Contoh pungutan Ppn biasanya adalah hal yang sering kita temui pada saat berbelanja di suatu tempat, anda bisa melihat struk pembayarannya yang bertuliskan Ppn sebesar 10%.

Pengusaha Kena Pajak atau PKP adalah pihak yang memiliki kewajiban dalam menyetor dan melaporkan suatu pungutan Ppn.

3. PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH

Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBm merupakan jenis pajak yang dipungut dari suatu barang mewah, yang dimiliki oleh seorang wajib pajak. Ketika seseorang mengkonsumsi atau memiliki barang mewah, maka ia tidak hanya wajib membayar Ppnnya saja tetapi juga harus membayar PPnBM.

Berikut ini jenis-jenis barang yang termasuk pada barang mewah kena pajak :

a. Barang yang dimiliki bukan merupakan kebutuhan pokok.
b. Barang yang hanya dimiliki atau dikonsumsi oleh suatu golongan masyarakat tertentu.
c. Barang yang hanya dimiliki atau dikonsumsi oleh golongan masyarakat menengah ke atas yang berpenghasilan tinggi.
d. Barang yang dimiliki tersebut dikonsumsi atau digunakan untuk menunjukkan suatu status ekonomi seseorang.

4. BEA MATERAI

Yang dimaksud dengan bea materai adalah jenis pungutan yang timbul karena adanya pemanfaatan suatu dokumen. Bea materai juga biasanya akan digunakan ketika anda membuat surat perjanjian, akta notaris, kwitansi pembayaran, surat berharga, efek, dan dokumen yang isinya adalah sejumlah uang.

5. PAJAK BUMI DAN BANGUNAN

Seperti yang kita ketahui bahwa Pajak Bumi dan Bangunan atau PBB merupakan contoh pajak atas kepemilikan, atau pemanfaatan suatu tanah dan suatu bangunan. Biasanya PBB dipungut oleh suatu Pemerintah Daerah atau provinsi baik Kabupaten maupun Kota.


Sumber: https://konveksipekanbaru.co.id/dw-contacts-phone-apk/