DEFINISI MANDI JANABAH 

DEFINISI MANDI JANABAH

DEFINISI MANDI JANABAH        DEFINISI MANDI JANABAH 

Definisi Mandi :

Al-Ghuslu (Mandi) secara bahasa adalah kata yang tersusun dari tiga huruf yaitu ghain, sin dan lam untuk menunjukkan sucinya sesuatu dan bersihnya. (Lihat Mu’jam Maqayis Al-Lughoh 4/424).

Dan Al-Ghuslu secara istilah adalah menyiram air ke seluruh badan dengan cara yang khusus atau menenggelamkan diri kedalam air. (Lihat Ar-Raudh Al-Murbi’ 1/26, Mu’jam Lughatul- Fuqaha` : 331, Ta’liqot Arradhiyyah Al-Albany) Definisi Janabah : Janabah secara bahasa adalah Al-Bu’du (yang jauh). Sebagaimana dalam firman Allah yang Maha agung : “Maka Ia (saudara perempuan Nabi Musa) melihatnya dari junub (jauh) sedangkan mereka tidak mengetahuinya”. (QS. Al-Qoshash : 11)

Adapun secara istilah adalah orang yang wajib atasnya mandi karena jima’ atau karena keluar mani. (Lihat : Al-I’lam 2/6-9 dan Tuhfatul Ahwadzy 1/349)

HUKUM MANDI JANABAH:

Mandi Janabah adalah wajib berdasarkan dalil dari Al-Qur`an, Sunnah dan Ijma’. Adapun dari Al-Qur`an, Allah berfirman : “Dan jika kalian junub maka mandilah”. (QS. Al-Ma`idah : 6) Dan juga Allah berfirman : “Dan jangan pula (dekati sholat) sedang kalian dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kalian mandi”. (QS. An-Nisa` : 43) Adapun dari sunnah, akan datang beberapa hadits dalam pembahasan kita kali ini yang menunjukkan tentang wajibnya mandi janabah. Adapun Ijma’ telah dinukil oleh Imam An-Nawawy dalam Syarah Shohih Muslim 3/220.

HAL-HAL YANG MEWAJIBKAN MANDI:

Berikut ini beberapa perkara yang apabila seorang muslim melakukannya maka wajib atasnya untuk mandi.

  1. Keluarnya mani dengan syahwat.

Baik pada laki-laki atau perempuan, dalam keadaan tidur maupun terjaga. Ummu Salamah , beliau berkata: “Ummu Sulaim datang kepada Rasulullah kemudian berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran, maka apakah wajib atas seorang wanita untuk mandi bila dia bermimpi ?. Maka Nabi menjawab : Iya bila ia melihat air (mani-pen.)” (HSR. Bukhary-Muslim). Dan dalam hadits Abu Sa’id Al-Khudry , Nabi bersabda: “Air itu hanyalah dari air”. (HSR. Bukhary-Muslim). Maksud dari air yang pertama adalah air untuk mandi wajib sedangkan air yang kedua adalah air mani, maka maknanya adalah air untuk mandi itu wajib karena keluarnya air mani.

Faedah :

  1. Kalau seorang mimpi tetapi tidak mendapati mani, maka tidak wajib mandi menurut kesepakatan para ulama sebagaimana dinukil oleh Ibnu Mundzir dalam kitabnya; Al- Ijma’ (34) dan Al-Ausath 2/83
  1. Kalau seseorang terjaga dari tidur kemudian dia mendapatkan cairan dan tidak bermimpi maka dia wajib mandi, karena hadits Aisyah beliau berkata : “Rasulullah ditanya tentang seseorang yang mendapatkan bekas basahan dan dia tidak menyebutkan bahwa dia mimpi, beliau menjawab: Wajib mandi. Dan (beliau juga ditanya) tentang seseorang yang menganggap bahwa dirinya mimpi tapi tidak mendapatkan basahan, beliau menjawab: Tidak wajib atasnya untuk mandi”. (HR. Abu Daud no. 236, At-Tirmidzy no. 112)
  1. Kalau keluar mani tanpa syahwat seperti karena kedinginan atau sakit maka tidak wajib mandi (dalam pendapat terkuat). Hal ini berdasarkan Hadits ‘Ali bin Abi Thalib : “Sesungguhnya Rasulullah bersabda : Jika kamu memancarkan mani dengan kuat) maka mandilah dari janabah dan jika tidak, maka tidak wajib mandi. Dan dalam lafazh yang lain : “Jika kamu melihat mani yang memancar dengan kuat maka mandilah”. Dan dalam lafazh yang lain: “Jika kamu memancarkan mani dengan kuat maka mandilah”. (HR. Ahmad 1/107, 109, 125, dan Syeikh Al- Albany dalam Al-Irwa` 1/162 dan lihat Shohih Fiqh Sunnah 1/164)