Dongeng Hewan Singa dan Beruang

Dongeng Hewan Singa dan Beruang
Seekor singa dan beruang bersahabat baik. Mereka hidup bertetangga di sebuah tempat di dekat padang rumput. Suatu hari, singa mengajak beruang untuk berburu bersama-sama. Ia berpikir barangkali acara berburunya menjadi Iebih seru jika dilakukan bersama dengan beruang. Siapa tahu juga nanti mereka bisa bahu-membahu dalam mengejar mangsa.

“Wah, bagus juga idemu!” sahut beruang menanggapi ajakan si singa. “Kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang!”

Maka pergilah singa dan beruang menuju padang rumput yang sangat luas. Di sana ada banyak hewan buruan yang lezat menurut selera mereka berdua. Untuk menuju ke sana, singa dan beruang melintasi sebuah hutan kecil. Hewan-hewan yang melihat mereka berdua pun Iangsung kabur ketakutan. Burung-burung yang sedang berkumpul Iangsung bubar.

Seekor kelinci yang sedang bermain Iangsung masuk ke lubang persembunyiannya. Begitu juga dengan kura-kura, ia Iangsung masuk ke dalam tempurungnya yang kuat.

“Tenanglah, aku sedang tidak berminat untuk memangsa hewan kecil seperti kalian,” ujar singa sambil terkekeh. Beruang mengulum senyum melihat hewan-hewan begitu panik saat melihat mereka berdua. Ia sudah tidak sabar untuk berburu makanan di padang rumput. Kebetulan ia sudah sangat lapar.

Setibanya di padang rumput, singa dan beruang Iangsung merendahkan badan, bersembunyi di balik rerumputan yang tinggi. Mereka mengintai incaran masing-masing dan bersiap untuk mengejarnya.

Dalam waktu nyaris bersamaan, mereka keluar dari tempat persembunyian dan dengan gesitnya langsung mengejar mangsa masing-masing. Namun, ternyata mereka mengejar mangsa yang sama, yakni seekor anak rusa yang cukup gemuk. Kedua hewan itu pun berhasil menangkap mangsa tersebut.

“Ini milikku!” seru singa. “Aku yang membunuhnya dengan taringku yang tajam ini!”

“Tidak!” sahut beruang, tidak mau kalah. “Ini milikku! Aku yang membunuhnya dengan pukulanku yang kuat ini!”

Selanjutnya singa dan beruang sama-sama mempertahankan mangsa mereka itu. Tidak ada yang mau mengalah. Karena tersulut emosi, akhirnya mereka pun berkelahi. Keduanya sama-sama kuat sehingga perkelahian berlangsung sengit dan lama sekali.

Menjelang sore, singa dan beruang masih terus berkelahi. Namun tidak lama kemudian akhirnya mereka berhenti. Tidak ada yang kalah dan tidak ada yang menang di antara mereka. Tubuh mereka sama-sama lemas dan babak belur. Mereka hanya bisa berbaring di tanah tanpa mampu menggerakkan badan. Mereka sudah kehabisan tenaga.

Sementara itu, seekor serigala dari balik pohon mengintip singa dan beruang yang sudah tidak berdaya. Rupanya dari tadi serigala sudah berada di situ, mengamati perkelahian singa dan beruang.

“Aha, ini kesempatanku untuk merebut daging anak rusa itu,” gumam serigala sambil terkekeh. “Wah, aku bisa menikmati makanan yang lezat tanpa harus bersusah payah, hahaha….”

Serigala keluar dari tempat persembunyiannya, lalu menghampiri daging anak rusa yang sebenarnya merupakan mangsa milik singa dan beruang. Sebelum membawa daging anak rusa itu, serigala berkata kepada singa dan beruang dengan nada mengejek, “Terima kasih ya karena kalian sudah memberiku daging yang sangat lezat ini, hehehe….”

Singa dan beruang merasa kesal mendengar ejekan serigala. Mereka berdua berusaha bangun untuk memberi pelajaran kepada serigala, dan mencegah hewan itu membawa mangsa mereka. Namun, singa dan beruang terlalu lemas setelah berkelahi tadi. Mereka tidak bisa bangun. Akhirnya terpaksa mereka merelakan mangsa yang sudah susah payah mereka dapatkan itu dibawa kabur oleh serigala.

“Huh, bodoh sekali kita,” ujar singa. “Coba kalau tadi kita tidak berkelahi, maka kita bisa sama-sama menikmati daging anak rusa yang gemuk itu.”

“lya… sayang sekali,” sahut beruang, penuh penyesalan. “Cuma gara-gara mangsa saja, kita jadi berkelahi, dan akhirnya malah merugikan diri sendiri. Benar-benar konyol….”

Baca Juga :