Facebook akan lebih ramah keluarga dan jauhi berita bohong

Facebook akan lebih ramah keluarga dan jauhi berita bohong

Facebook akan lebih ramah keluarga dan jauhi berita bohong

Facebook hari ini mengumumkan pembaruan besar yang menempatkan teman dan keluarga di atas laman atau selebritis pada news feed pengguna.

Perubahan dalamm cara Facebook memperingkat posting itu akan membuat interaksi dan hubungan sosial semakin rapat, kata manajer produk News Feed John Hegeman.

“Ini perubahan besar,” kata Hegeman kepada AFP. “Orang akan benar-benar berkurang menghabiskan waktunya di Facebook, tetapi menurut kami itu bagus karena akan membuat waktu yang dihabiskan orang menjadi lebih bernilai, dan pada akhirnya akan bagus untuk bisnis kami.”

Misalnya, sebuah klip video keluarga yang diposting sepasang suami istri akan dianggap lebih layak menjadi perhatian dari pada cuplikan video selebritis atau restoran favorit.

“Kami menilai interaksi manusia lebih penting ketimbang konten konsumtif yang pasif,” kata Hageman. “Ini akan menjadi salah satu pembaruan lebih penting yang kami ciptakan.”

Bos dan pendiri Facebook Mark Zuckerberg jauh-jauh hari sudah mengatakan bahwa merekatkan hubungan manusia dan menguatkan masyarakat di dunia nyata adalah prioritas Facebook.

Pembaruan peringkat news feed, yang akan diluncurkan secara global

dalam beberapa pekan ke depan, bakal sesuai dengan keinginan Zuckerberg itu.

“Begitu kami meluncurkannya, maka Anda akan menyaksikan berkurangnya konten publik semacam posting-posting bisnis, brand dan media,” kata Zuckerberg dalam posting pada laman Facebook-nya.

“Dan konten publik yang Anda lihat akan lebih berpatokan kepada standard yang sama, yaitu harus mendorong interaksi bermanfaat antarmanusia.”

Google, Twitter dan Facebook dikritik hebat menyusul tersebar luasnya konten

berita bohong yang beberapa diantaranya dibuat Rusia, pada Pemilu AS 2016 dan beberapa negara lainnya.

Facebook sudah mengenalkan serangkaian perubahan yang ditujukan untuk menjawab kritik itu.

“Kami terus menerus bekerja mengurangi frekuensi konten buruk di Facebook,” kata Hegeman. “Pembaruan ini lebih menyangkut penguatan hal-hal yang dianggap berharga oleh orang.”

Dia mengutipkan riset akademis yang menyimpulkan bahwa interaksi

dengan orang-orang tercinta adalah penting untuk kesejahteraan manusia, tetapi hasil sebaliknya akan tercipta ketika orang membaca berita atau menyaksikan video berbagi.

 

sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/whatsapp-mod/