GANTI RUGI MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA

GANTI RUGI MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA

GANTI RUGI MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA

GANTI RUGI MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA
GANTI RUGI MENURUT KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA

 Perjanjian adalah suatu hubungan hukum antara dua orang atau lebih, yang menimbulkan hak dan kewajiban. Dalam hal debitur atau hutang tidak memenuhi kewajibannya atau tidak memenuhi kewajibannya sebagaimana mestinya dan tidak memenuhi bahwa kewajiban karena ada unsur dia, maka pemberi pinjaman memiliki hak untuk menuntut restitusi, ini adalah yang  melatarbelakngi tulisan ini Bagaimana masalah dengan bentuk kompensasi sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata? Hasil yang diperoleh bahwa kompensasi sebagai akibat dari standar yang ditetapkan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, juga berlaku untuk kompensasi sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum. Mengingat bentuk kerugian material dan imateriil, maka bentuk kompensasi dapat berupa natura (uang) atau innatura.

Kata Kunci: kompensasi

Pendahuluan

         Perikatan adalah suatu perhubungan hukum antara dua orang ataudua pihak, berdasarkana mana pihak yang satu berhak menuntutsesuatu hal dari pihak yang lain, dan pihak yang lain  berkewajibanuntuk memenuhi tuntutan itu.

        Pihak yang berhak menuntut sesuatu dinamakan kreditur atau siberpiutang, sedangkan   pihak    yang    berkewajiban memenuhituntutan dinamakan  debitur atau si berutang.  Tuntutan  atau  kewajibantersebut  lazimnya disebut  sebagai  prestasi.

Pasal 1234 KUHPerdata :

Tiap-tiap  perikatan  adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu, atau untuk tidak berbuat sesuatu.”

Menurut Pasal  1234  KUHPerdata prestasi itu dibedakan atas :

  1. Memberikansesuatu
  2. Berbuatsesuatu
  3. Tidakberbuat sesuatu

     Dalam hal debitur  atau si berutang tidak memenuhi  kewajibannyaatau tidak memenuhi   kewajibannya    sebagaimana mestinya  dan tidakdipenuhinya kewajiban

itu karena ada unsur salah padanya,  maka ada akibat-akibat hukum yangbisa menimpa dirinya yaitu :

  • Pertama-tama,  sebagai yang disebutkan dalam pasal 1236KUHPerdata :

si berutang  adalah  wajib  memberikan

ganti biaya, rugi dan bunga kepada si berpiutang,  apabia  ia telah membawa dirinya   dalam   keadaan   tak   mampu untuk menyerahkankebendannya, atau telah tidak merawat sepatutnya guna menyelamatkannya”

dan 1243 KUHPerdata  :

Penggantian    biaya,   rugi   dan   bunga

karena tak dipenuhinya suatu perikatan, barulah mulai diwajibkan, apabila si berutang, setelah dinyatakan lalai memenuhi perikatannya, tetap melalaikannya, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dibuatnya,hanya dapat diberikan atau dibuat dalam tenggang waktu yang telah dilampaukannya”

        Kreditur berhak untuk menuntut penggantian kerugian,  yang berupaongkos- ongkos, kerugian dan bunga. Akibat hukum seperti ini  menimpadebitur baik  dalam  perikatan untuk memberikan sesuatu, untukmelakukan sesuatu ataupun tidak melakukan sesuatu. maka krediturberhak untuk menuntut pembatalan perjanjian, dengan atau tanpa disertai dengan  tuntutan  ganti rugi.  Tetapi  kesemuanya itu  tidak mengurangi hak dari kreditur untuk tetap menuntut pemenuhan.

Apabila salah satu pihak dalam perikatan merasa  dirugikan  oleh  pihak lainnya  dalam  perikatan   tersebut, maka hukum memberikan wahanabagi pihak yang merasa dirugikan  tersebut untuk melakukan gugatanganti rugi.

Sumber : https://nisachoi.blog.uns.ac.id/seva-mobil-bekas/