Indonesia siapkan kandidat frekuensi untuk 5G

Indonesia siapkan kandidat frekuensi untuk 5G

Indonesia siapkan kandidat frekuensi untuk 5G

Kementerian Komunikasi dan Informatika sedang merancang frekuensi yang akan menjadi kandidat alokasi untuk jaringan seluler generasi lima (5G) meskipun belum menentukan kapan jaringan tersebut akan resmi digunakan.

“Jadi, kandidatnya di (frekuensi) 26GHz untuk 5G,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Ismail saat ditemui usai diskusi “Embarking 5G, A Pursuit to Digital Destiny” di Jakarta, Rabu.

Kandidat frekuensi untuk 5G itu muncul setelah konferensi

internasional untuk telekomunikasi radio World Radiocommunication Conference (WRC) 2019 di Mesir, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Nokia menanti alokasi spektrum 5G di Indonesia

Kominfo mempertimbangkan frekuensi 26GHz sebagai kandidat frekuensi untuk implementasi jaringan 5G karena gelmbang itu relatif kosong jika dibandingkan dengan gelombang frekuensi lain.

Frekuensi 28GHz, yang juga sempat dipertimbangkan untuk jaringan 5G, dialokasikan untuk satelit high troughput.

WRC 2019 yang berlangsung di Kairo, Mesir pada 28 Oktober hingga 22 November

menyepakati gelombang frekuensi radio International Mobile Telecommunications (IMT) untuk jaringan 5G.

Baca juga: Huawei Indonesia rekomendasikan spektrum 3,5 GHz untuk 5G

Dikutip dari laman International Telecommunication Union

(ITU) News, lembaga PBB untuk teknologi informatika, WRC menetapkan rentang frekuensi tambahan yang akan digunakan untuk jaringan 5G, yaitu frekuensi 24,2 – 27,5GHz, 37 – 43,5GHz, dan 45,5 – 47GHz.

WRC juga memasukkan frekuensi 47,2 – 48,2GHz dan 66-71GHz untuk jaringan 5G.

 

Baca Juga :