Kalimantan Timur: Ilmuwan temukan risiko tsunami dekat calon ibu kota baru Indonesia

Kalimantan Timur: Ilmuwan temukan risiko tsunami dekat calon ibu kota baru Indonesia

Kalimantan Timur Ilmuwan temukan risiko tsunami dekat calon ibu kota baru Indonesia

Zoom, aplikasi konferensi video yang populer oleh khalayak

yang bekerja dari rumah (working from home/WFH) sejak karantina wilayah diberlakukan berbagai negara, sudah dipakai jutaan orang. Tapi kini pihak berwenang Taiwan melarang para pegawai negeri sipil dan institusi publik menggunakannya karena dianggap ‘tidak aman’ dan alasan keamanan.

Sikap Taiwan adalah kontroversi terkini menyangkut Zoom.

Akhir Maret lalu, Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, juga menimbulkan polemik dengan membagikan gambar dirinya memimpin rapat Kabinet melalui aplikasi Zoom di akun Twitternya.

Sejumlah kalangan mempertanyakan seberapa aman pertemuan pemerintah menggunakan Zoom.

Kisah para pekerja yang tak punya hak kerja dari rumah,

‘kalau belum meninggal diminta terus kerja’
Apakah masyarakat bisa bekerja dari rumah alias WFH?
Jakarta tanggap darurat Covid-19, banyak pegawai masih ke kantor: ‘Boro-boro social distancing’

Zoom dengan marah mempertahankan catatan keamanannya dan mengatakan mereka akan menjawab pertanyaan apa pun yang dimiliki pemerintah.
Mengapa dilarang?

Pelarangan Zoom oleh Taiwan dilakukan menyusul informasi bahwa lalu-lintas

(traffic) komunikasi Zoom secara “keliru” dialihkan melalui China, yang masih menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya.

Pihak berwenang Taiwan mengatakan badan publik tidak boleh menggunakan produk dengan masalah keamanan “seperti Zoom”.

Tetapi pesaing seperti Google dan Microsoft diizinkan memakainya.

 

sumber :

https://rollingstone.co.id/seva-mobil-bekas/