Kejati Jabar Targetkan Pembentukkan Aparat Bersih dan Berwibawa

Kejati Jabar Targetkan Pembentukkan Aparat Bersih dan Berwibawa

Kejati Jabar Targetkan Pembentukkan Aparat Bersih dan Berwibawa

Kejati Jabar Targetkan Pembentukkan Aparat Bersih dan Berwibawa

BANDUNG. Kejati Jabar, dalam rangka membangun tatanan hukum, menargetkan terwujudnya aparat bersih dan berwibawa.

Aparat bersih dapat disamakan dengan definisi Penyelenggara. Negara yang berish

sebagaimana Pasal 1 angka 2 UU.28 TAhun 1999 tentang penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari korupsi kolusi dan Nepotisme.

Penyelenggara negara yaitu lembaga negara yang menjalankan  fungsi, eksekutif, Legislatif, yudikatif) wajib menaati asas-asas umum penyelenggaraan negara, bebas dari praktek KKN, serta Perbuatan tercela lainnya”.

Demikian Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ( Kajati Jabar) Feri Wibisono, saat

menyampaikan paparanya tetntang aparat Bersih dan berwibawa dihadapan peserta Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Korupsi ( Tipikor)

Ferry, lebih lanjut memaparkan pengertian wibawa dalam kamus besar Indonesia mempunyai wibawa yaitu disegani dan dipatuhi. Berwibawa memiliki filosofi disegani dan dihormati, bukan ditakuti, karena kekuatan, kekuasaan maupun kekayaan tetapi karena mampu tampil sebagai teladan, berprestasi, mengayomi, serta menjunjung Tinggi, nilai-nilai luhur.

Agar  aparat ya ng bersih melahirkan Wibawa menjadi berwibawa, aparat harus

menaati pasal 3 UU NO. 28 tahun 1999. Dalam penyelenggaraan pemerintah mengacu Asas Kepastian Hukum, Asas tertib Penyelanggaraan Negara, asas Kepentingan Umum, asas keterbukaan, asas proporsionalitas, asas akuntabilitas.

Sebagai aparat diantaranya, ujar Ferry  harus melaporkan harta kekayaannya ( LHKPN) pasal 5 angkA 2,3 UU No 28 tahun 1999, mentaati Ketentuan Perundang-Undangan tentang tindak pidana korupsi, menaati ketentuan. PP. No.53 tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil ( SN)

 

Sumber :

https://steemit.com/blog/@alistudio/jaring-jaring-kubus