Manfaat Etika Dalam Masyarakat

Manfaat Etika Dalam Masyarakat

Manfaat Etika Dalam MasyarakatManfaat Etika Dalam Masyarakat

Saat ini etika sangat penting untuk dipelajari oleh setiap masyarakat karena kurangnya kesadaran akan sesuatu hal yang layak dan dianggap baik maupun buruk, apa yang benar dan apa yang salah.

Banyak kesalahan yang dilakukan oleh masyarakat karena tidak memahami etika dengan benar diantaranya :

Kurangnya tata karma dan sopan santun dikalangan masyarakat.
Cara berpakaian yang kurang baik.
Kurangnya penghormatan anak kepada orang tua.
Tidak menghormati orang yang lebih tua misalnya dengan cara bicaranya.
Kurangnya kepedulian terhadap sesama tetangga.

Manfaat Etika
Terciptanya masyarakat yang kondusif, sejahtera dan damai.
Terciptanya rasa gotong royong.
Timbulnya simpati terhadap sesama.
Akan tercipta kerukunan didalam masyarakat dan rasa saling menghargai antar sesama.
Kehidupan bertetangga akan lebih hangat dan harmonis.

Moral

Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. Demoralisasi, berarti kerusakan moral.

Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik.

Pengertian moral dibedakan dengan pengertian kelaziman, meskipun dalam praktek kehidupan sehari-hari kedua pengertian itu tidak jelas batas-batasnya. Kelaziman adalah kebiasaan yang baik tanpa pikiran panjang dianggap baik, layak, sopan santun, tata krama, dsb. Jadi, kelaziman itu merupakan norma-norma yang diikuti tanpa berpikir panjang dianggap baik, yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi.

Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1. Moral murni, yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia, sebagai suatu pengejawantahan dari pancaran Ilahi. Moral murni disebut juga hati nurani.
2. Moral terapan, adalah moral yang didapat dari ajaran pelbagai ajaran filosofis, agama, adat, yang menguasai pemutaran manusia.

 

RECENT POSTS