NBS Foundation dan YBM PLN Wujudkan Gerakan Pesisir Bermartabat

NBS Foundation dan YBM PLN Wujudkan Gerakan Pesisir Bermartabat

NBS Foundation dan YBM PLN Wujudkan Gerakan Pesisir Bermartabat

NBS Foundation dan YBM PLN Wujudkan Gerakan Pesisir Bermartabat
NBS Foundation dan YBM PLN Wujudkan Gerakan Pesisir Bermartabat

Niat Baik Sinergi (NBS) Foundation bersama Yayasan Baitul Maal Perusahaan Listrik

Negara (YBM PLN) menyelenggarakan acara Talk Show dan Launching “Gerakan Pendidikan Pesisir Bermartabat”, Kamis, 9 Januari 2020 di Cikini, Jakarta Pusat. Kegiatan ini di hadiri oleh tokoh pendidikan pesisir dan mahasiswa Jabodetabek.
Talk Show dan Launching “Gerakan Pendidikan Pesisir Bermartabat” menghadirkan 4 pembicara, yakni Halwani selaku CEO NBS Foundation, Salman Al Farisi selaku Deputi Direktur YBM PLN, Karto Nuryana – tokoh pendidikan pesisir – kepala sekolah DTA Baiturrohman Karawang, dan Rizkison selaku Founder Taman Baca Smooth.
Dalam acara tersebut Halwani memperkenalkan NBS Foundation yang merupakan lembaga yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Niat Baik Sinergi Foundation, lembaga yang fokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir. Sebagaimana kita ketahui bahwa 25% angka kemiskinan nasional berada di pesisir Indonesia,” papar Halwani.
WhatsApp Image 2020-01-09 at 19.08.00.jpeg
Halwani juga mengajak semua pihak untuk menjadikan daerah pesisir sebagai objek prioritas bantuan pendidikan. Mendesain solusi bersama agar bisa diimplementasikan dalam sebuah gerakan sinergis untuk menjawab tantangan pendidikan di pesisir.

Salman Al Farisi sebagai Deputi Direktur YBM PLN menjelaskan tujuannya

berkolaborasi dengan NBS Foundation untuk memberdayakan pesisir Indonesia,
“Kami sebagai lembaga pengelola zakat, infak, wakaf, dan sedekah dari karyawan PLN ingin memperluas dampak pada program-program pemberdayaan pesisir yang sudah kami jalankan sebelumnya. Kami sadar bahwa sebuah program ukuran keberhasilannya bukan hanya sekedar tersalurkan, tapi bagaimana bisa menjadi stimulus untuk melibatkan berbagai pihak agar berkontribusi. Maka dari dari itu kita menginisiasi sebuah gerakan, dalam wujud gerakan pesisir bermartabat,” jelas Salman.

Dalam acara ini pula, hadir tokoh pejuang pendidikan pesisir, Karto Nuryana yang

menceritkana bagaimana kondisi pendidikan di desanya dan apa saja yang telah ia lakukan,
“Sudah lima tahun, madrasah DTA Baiturrohman di Dusun Praubosok, Desa Muara Baru, Kabupaten Karwang, tidak memiliki ruang belajar sendiri. Murid-murid selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Kadang belajar di rumah saya, kadang menumpang di gedung sekolah SD, itu pun kalau dipinjamkan,” ungkap Pak Karto.

 

Baca Juga :