Obat adalah Racun

Obat adalah Racun

Obat adalah Racun

Obat adalah Racun
Obat adalah Racun

Obat adalah Racun?

Jadi obat, air, makanan, udara (oksigen) adalah racun? Benar sekali, tapi dengar dulu kelanjutannya. Paracelsus mengatakan bahwa yang membuat suatu zat itu racun atau tidak adalah dosis dan cara masuk ke tubuh kita.

Ada beberapa contoh mudah, misalnya kita minum air 20 liter sekaligus, pasti kita hampir mati, itulah yang disebut keracunan. Atau bubur ayam yang lezat dimakan lewat hidung/saluran napas, kita bisa mati tersedak. Atau oksigen yang sangat penting bagi kehidupan dimasukkan langsung lewat pembuluh darah.

Mungkin contoh-contoh di atas terlalu konyol, kita ambil contoh yang agak “wajar”. Vitamin C yang terkandung dalam Redoxon, bila kita minum satu tablet setiap hari mungkin akan menyehatkan kita, tapi bila kita minum sekaligus satu botol, mungkin akan membuat mencret. Atau obat sakit kepala Sanmol, bila diminum langsung 20 biji, maka hati si pasien akan rusak keracunan. Sebaliknya racun serangga yang jelas-jelas beracun bila diminum hanya 0,001 mg mungkin belum akan menyebabkan orang dewasa keracunan.

Dari contoh-contoh diatas dapatlah dimengerti pernyataan Paracelsus bahwa semua zat adalah racun. Yang membuat suatu zat itu jadi obat atau jadi racun adalah dosis (jumlahnya) dan cara masuknya. Setiap orang memiliki variasi masing-masing tentang dosis maksimum suatu zat atau obat pada tubuhnya.

Ada zat yang batas maksimumnya lebar misalnya makanan, atau minuman, namun ada zat yang batas maksimum nya sangat kecil misalnya racun atau obat-obatan. Bahkan pada obat-obatan pun bervariasi, ada yang lebar misalnya vitamin, ada yang batasnya tipis sekali, misalnya obat-obat jantung. Hal inipun masih tergantung dari individu masing-masing. Ada orang yang tahan makan obat tertentu, sebaliknya ada orang yang tidak tahan terhadap obat yang sama tersebut.

Oleh karena itu percayakan pemberian obat-obatan pada dokter anda yang lebih mengetahui tentang hal ini. Semua obat yang diberikan oleh dokter telah dipertimbangkan untung dan ruginya, termasuk pemberian obat jangka lama pada kasus diabetes, darah tinggi, dan kasus-kasus kronis lainnya.

Sumber : https://forbeslux.co.id/