Opini Penulis :

Opini Penulis :

Opini Penulis :

 

Opini Penulis :

Menurut saya setelah membaca kasus di atas dapat menyimpulkan kasus di atas adalah kasus“tidak etis” dikarenakan profesi seorang dokter adalah menolong seseorang dengan kemampuan yang dimilikinya. Namun yang terjadi pada kasus di atas adalah Malpraktek. Malpraktek adalah praktek kedokteran yang salah atau tidak sesuai dengan standar profesi atau standar prosedur operasional. Untuk malpraktek dokter dapat dikenai hukum kriminal dan hukum sipil. Kejadian diatas merupakan tindakan yang tidak etis, seorang pasien menjadi korban percobaan karena kecerobohan seorang dokter. Tindakan ini dapat dituntut sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Ironisnya, kebanyakan korban malpraktek adalah kaum kecil yang tidak mempunyai uang untuk pengobatan dirinya sendiri. Tidak seharusnya dan sepantasnya seorang dokter melakukan hal malpraktek dikarenakan seorang dokter melakukan sumpah profesi kedokteran. Dari perjanjian ini dokter harus berusaha denga segala ikhtiar dan usahanya ,mengerahkan segenap kemampuannya,keterampilannya,ilmu pengetahuannya untuk menyembuhkan pasien.dokter harus memberuka perawatan dengan berhati-hati dan penuh perhatian sesuai dengan standar pelayanan medic,sebab penyimpangan dari standar berarti pelanggaran perjanjian. Makna dari perjanjian ini adalah bahwa dokter harus mengambil alternatif untuk menunjuk dokter dan atau sarana kesehatan lainnya manakala ia merasa tidak mampu untuk melanjutkan upaya pengobatan dan perawatan pasien tersebut.System pelayan kesehatan melalui rumah sakit adalah tatanan daripada tingkat pelayanan rumah sakit yang disusun menurut pola rujukan timbal antara masyarakat,puskesmas,rumah sakit,dan sarana kesehatan lainnya sehingga tercapai pelayanan yang bermutu,berdaya guna,dan berhasil guna.
sumber :