Orientasi Lama Konsep Akselerasi Pembelajaran

Orientasi Lama Konsep Akselerasi Pembelajaran

Orientasi Lama Konsep Akselerasi Pembelajaran

Orientasi Lama Konsep Akselerasi Pembelajaran

Proses pembelajaran akselerasi merupakan

suatu proses internalisasi pengetahuan dalam diri individu. Aktivitas belajar akan berlangsung efektif apabila siswa berada dalam keadaan positif dan bebas dari tekanan. Selama ini proses belajar yang berlangsung di sekolah maupun pelatihan yang diselenggarakan cenderung berlangsung dalam suasana yang monoton dan membosankan. Dalam kondisi ini guru hanya menuangkan ilmu pengetahuan ke dalam kepala siswa yang berlaku pasif yang dikenal dengan istilah “pour and snoor”. Materi yang diajarkan hanya diceramahkan tanpa ada upaya untuk melibatkan potensi siswa untuk berpikir dan memberikan respons terhadap pengetahuan yang ditransfer.


Selain itu proses belajar belajar yang berlangsung disekolah tidak memberikan pengetahuan tentang manfaat pengetahuan yang dipelajari. Bahan yang harus dipelajari hanya bersifat hafalan-hafalan yang maknanya seringkali tidak dimengerti oleh siswa. Siswa tidak diajak memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk membangun pengetahuan yang mempunyai makna sesuai kebutuhan dan kemampuan. Hal ini disebabkan karena materi pelajaran yang dipelajari seringkali tidak dikaitkan dengan dunia dan lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang.


Metode pembelajaran yang digunakan oleh guru pun seringkali tidak variatif dan hanya merupakan ceramah yang panjang dan membosankan. Penggunaan metode ceramah tidak selamanya buruk, tetapi ceramah bukan satu-satunya cara yang dapat membuat proses pembelajaran berlangsung optimum. Guru perlu memiliki kemampuan dalam menggunakan metode pembelajaran variatif yang lebih banyak melibatkan siswa.


Guru seringkali menjadi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan yang menyuapi siswa yang hanya bersifat pasif. Dalam era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat seperti ini, guru seharusnya berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa memanfaatkan aneka sumber belajar yang tersedia. Sedangkan yang terjadi adalah aktivitas pembelajaran yang terjadi di sekolah cenderung memberikan beban belajar yang berlebihan sehingga membuat siswa tidak memiliki waktu lagi untuk bermain.


Hal itu juga disebabkan oleh guru yang tidak mampu membuat proses belajar menjadi suatu proses yang menyenangkan sehingga dapat meningkatkan kegairahan siswa untuk menggali dan membangun ilmu pengetahuan dalam dirinya. Hal ini jelas terlihat bahwa pendekatan behavioristik lah yang telah mempengaruhi pendidikan saat ini karena hanya bersifat mekanistik dan menekankan keterampilan sebagai salah satu tujuan pembelajaran.


Baca Juga :