Paragraf adalah

Paragraf adalah

Paragraf adalah

Paragraf

Paragraf adalah suatu bentuk cerita atau karangan yang di dalamnya terdapat kalimat utama dan kalimat penjelas. Kumpulan dari kalimat tersebut terdiri atas  paragraf deduktif dan paragraf induktif.

Paragraf Deduktif

Paragraf Deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf, lalu diikuti kalimat kalimat penjelas. Macam-macamnya, yaitu :
1.     Silogisme kategoris, silogisme yang terdiri dari tiga proposisi (premis) kategoris.
Contoh dari kalimat silogisme kategoris :
– Seluruh siswa kelas 12 melaksanakan Ujian Nasional di bulan April.
– Elvira Nuraini adalah siswa kelas 12 (premis minor).
–  Jadi, Elvira Nuraini adalah siswa kelas 12 yang mengikuti Ujian Nasional pada bulan Apri.
2.    Silogisme hipotesis, silogisme yang premis mayor nya berupa keputusan hipotesis dan premis minor nya merupakan pernyataan kategoris.
Contoh dari kalimat silogisme hipotesis :
– Jika jam Papah saya besok masih sakit, besok saya ke sekolah sendiri (premis mayor).
– Keesokan hari Papah belum kunjung sembuh (premis mayor).
– Maka, saya keberangkat ke sekolah sendiri.
3.    Silogisme alternatif, silogisme yang premis mayor nya premis alternatif, premis minor nya membenarkan salah satu alternatif nya, dan kesimpulan nya menolak alternatif yang lain.
Contoh dari kalimat silogisme alternatif :
– Adik saya lulus dengan nilai 9 atau tidak lulus dengan nilai 5.
– Nilai adik saya 9 (premis minor).
– Jadi, Adik saya lulus (kesimpulan).
4.    Silogisme Entimen, silogisme yang di pendekan. Jadi entimen adalah kesimpulan dari sigolisme. Namun sebenar nya entimen ini bukan lah paragraf, akan tetapi lebih terlihat seperti sebuah kalimat kesimpulan.
Contoh kalimat silogisme Entimen :
– Merokok berdampak buruk pada perokok aktif dan pasif.
– Kakak saya adalah perokok aktif.
– Kakak saya jika sedang merkok akan berdampak buruk bagi perokok aktif dan pasif juga.

Paragraf Induktif

Paragraf Induktif adalah paragraf yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan- penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat utama. Jenis paragraf induktif itu sendiri ada 3 jenis, yaitu :
1.    Paragraf Induktif generalisasi adalah suati pola pengembangan paragraf yang bertolak dari sejumlah fakta khusus yang memiliki kemiripan menuju sebuah kesimpulan.
Contoh dari paragraf induktif generalisasi :
Empal gentong adalah makanan khas Cirebon, Nasi Jamblang adalah makanan khas Cirebon, Docang adalah makanan khas Cirebon. Nasi lengko adalah makanan khas Cirebon. Di Cirebon sangat bermacam-macam makanan khasnya.
2.    Paragraf Induktif Analogi merupakan pola penyusunan paragraf berupa perbandingan dari dua hal yang mempunyai sifat sama.
Contoh dari paragraf induktif analogi :
Banyak sekali di Indonesia kasus seperti, seorang anak menuntun pidana kepada orangtua mereka sendiri karena hal yang tidak sepantasnya. Hal tersebut sama saja seperti Air susu dibalas dengan air tuba, orangtua selalu memberikan anaknya yang terbaik, namun anaknya justru tidak mempunyai rasa iba terhadap orangtuanya sendiri.
3.    Paragraf induktif hubungan kausal yaitu hubungan tentang sebab akibat, karena peristiwa yang satu akan menyebabkan peristiwa yang lain. Hubungan yang menunjukan bahwa peristiwa yang satu merupakan sebab terhadap peristiwa yang lain.

Contoh dari paragraf induktif hubungan kausal :

Populasi burung menurun akibat tidak bisa menyeseuaikan diri terhadap cuaca. Namun, populasi cacing meningkat karena tidak  banyak burung yang mengkonsumsi cacing, sehingga tanah menjadi lebih subur karena adanya cacing yang menguraikan bangkai burung dan menjadikan tanah subur.