Pelaksanaan pendidikan Nilai, norma, dan moral

Pelaksanaan pendidikan Nilai, norma, dan moral

Pelaksanaan pendidikan Nilai, norma, dan moral

            Secara yuridis-formal, pendidikan nilai, norma, dan moral di Indonesia dilaksanakan melalui pendidikan kewarganegaraan yang berlandaskan pada Undang-Undang Republik Indonesia tahun 1945 sebagai landasan konstitusional, Undang-Undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) sebagai landasan operasional, dan peraturan menteri No.22 tahun

Pelaksanaan pendidikan Nilai, norma, dan moral

2006 tentang standar isi (SI) dan nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Kelulusan (SKL) sebagai landasan kurikuler. Sejalan dengan kebijakan departemen pendidikan nasional melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), maka kurikulum pendidikan kewarganegaraan untuk lingkungan lembaga pendidikan formal dilaksanakan dengan pedoman pada Kurikulum Tingkat Satuam Pendidikan (KTSP). UUD 1945 sebagai landasan konstitusional pada bagian pembukaan alinea keempat memberikan dasar pemikiran tentang dasar tujuan negara. Yang berbunyi “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Apabila dikaji, maka tiga kata ini memiliki makna yang cukup dalam. Mencerdaskan kehidupan bangsa mengandung pesan pentingnya pendidikan bagi anak bangsa. Dalam kehidupan berkewarganegaraan, pernyataan ini memberikan pesan kepada penyelenggara negara dan segenap rakyat agar memiliki kemampuan dalam berfikir, bersikap, dan berperilaku secara cerdas baik dalam proses pemecahan masalah maupun dalam pengambilan keputusan kenegaraan,kebangsaan, dan kemasyarakatan. UU nomor 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS sebagai landasan operasional penuh dengan pesan yang terkait dengan pendidikan kewarganegaraan. Pada pasal 3 ayat (2) tentang fungsi dan tujuan negara dikemukakan bahwa :

“pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia , sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis  dan bertanggung jawab.

            Adanya ketentuan tentang pendidikan kewarganegaraan dalm UU sisdiknas sebagiai mata pelajaran wajib disetiap jenjang pendidikan menunjakkan bahwa mata pelajaran ini menempati kedudukan yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional di negara ini. Adapun arah pengembanganya hendaknya difokuskan pada pembnetukan peserta didik agar menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

sumber :

https://multiply.co.id/pemanasan-global/