Pengertian Seleksi Alam

Pengertian Seleksi Alam

Alam tetap mengalami pergantian yang disebabkan oleh
bencana alam, keadaan suhu yang benar-benar dingin atau panas,
pergantian musim, dan sebagainya. Adanya pergantian keadaan alam
tersebut menuntut makhluk hidup untuk jalankan adaptasi.
Masih ingatkah kamu, apa target adaptasi? Tidak semua makhluk
hidup mempunyai kapabilitas adaptasi yang sama. Akibatnya, ada
makhluk hidup yang mampu bertahan hidup, tetapi ada pula yang
musnah dikarenakan tidak mampu bertahan hidup.

Selain terbujuk oleh pergantian alam, kehidupan makhluk
hidup di wajah bumi ini termasuk terbujuk oleh ketersediaan makanan,
parasit, pemangsa, wabah penyakit, dan sebagainya. Suatu jenis
makhluk hidup dapat tetap berusaha untuk menjaga hidupnya
sehingga kerap kali terjadi kompetisi antarmakhluk hidup.
Makhluk hidup yang kuat dapat menang dan bertahan, sedangkan
mahluk hidup yang lemah dapat kalah dan mati atau menyingkir ke
tempat lain. Makhluk hidup yang menyingkir ke tempat yang baru
tetap hidup, jikalau mampu beradaptasi. Sebaliknya makhluk itu akan
mati, jikalau tidak mampu beradaptasi.
Uraian di atas mengimbuhkan deskripsi bahwa alam seolaholah
melakukan seleksi pada makhluk hidup yang ada di
dalamnya. Hanya makhluk hidup yang mampu sesuaikan diri
terhadap keadaan lingkungan baru yang mampu hidup, sedangkan
yang tidak mampu sesuaikan diri dapat mati. Jadi, seleksi alam
adalah proses penentuan atau penyeleksian yang dilaksanakan oleh alam
terhadap makhluk hidup yang mampu beradaptasi dikarenakan adanya
perubahan-perubahan alam.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Seleksi alam termasuk terjadi pada setiap tahap kehidupan makhluk
hidup, yaitu pada selagi makhluk hidup belum meraih masa
reproduksi (masih muda), pada selagi jaman reproduksi (dalam mencari
pasangan), atau pada jaman pembuahan dan jaman embrio. Dari
berbagai kemungkinan tersebut, seleksi yang terjadi sebelum
reproduksi tampaknya yang paling gampang terjadi. Hal itu disebabkan
karena bersama ketidakmampuan makhluk hidup melakukan
reproduksi artinya tidak mampu mewariskan gen kepada keturunannya.
Contoh makhluk hidup yang udah punah dikarenakan seleksi alam
adalah dinosaurus. Hewan tersebut udah punah sekitar 65 juta tahun
yang lalu. Perubahan alam yang terjadi secara berkesinambungan dalam
jangka selagi yang lama memicu makhluk tersebut tidak
mampu sesuaikan diri dan akhirnya punah.

Sekitar 100 juta th. yang lalu, konon pernah terjadi hujan
meteor yang mematikan tumbuhan. Akibatnya semua hewan
pemakan tumbuhan (herbivora) musnah dan yang bertahan hidup
tinggallah hewan pemakan daging (karnivora) dan hewan pemakan
segala (omnivora). Hewan-hewan yang tetap hidup tersebut akhirnya
secara berkesinambungan jalankan persaingan, dan dinosaurus
yang menang adalah group pemakan daging. Namun pada
akhirnya semua dinosaurus tersebut musnah dan dewasa ini kita
hanya mampu mengamati fosilnya.
Punahnya beberapa model makhluk hidup termasuk terjadi di
Indonesia, jika badak Jawa dan badak Sumatra. Punahnya
kedua model badak itu beberapa besar dikarenakan hilangnya hutan
dataran rendah dan perburuan. Pengobatan tradisional di Timur
Jauh (daratan Cina) tetap banyak yang menggunakan bahan dasar
cula badak, termasuk berperan pada kepunahan badak.
Contoh lain peristiwa seleksi alam adalah keadaan populasi
kupu-kupu Biston betularia di Inggris sebelum akan revolusi industri
dan sehabis revolusi industri. Di Inggris ada dua macam Biston
betularia, yaitu kupu-kupu bersayap cerah dan bersayap gelap.
Sebelum terjadi revolusi industri, populasi kupu-kupu bersayap
cerah lebih besar daripada kupu-kupu yang bersayap gelap. Adapun
setelah terjadi revolusi industri, populasi kupu-kupu bersayap cerah
lebih kecil daripada kupu-kupu yang bersayap gelap. Mengapa
dapat terjadi demikian? Menurut dugaan, hal itu mampu terjadi karena
sebelum revolusi industri lingkungan tetap cerah, supaya kupukupu
bersayap cerah lebih adaptif berasal dari pada kupu-kupu bersayap
gelap. Sebaliknya, sehabis revolusi industri keadaan lingkungan
lebih gelap oleh jelaga. Akibatnya kupu-kupu bersayap gelap lebih
adaptif pada lingkungannya sedang kupu-kupu bersayap
cerah tidak adaptif supaya lebih gampang ditangkap oleh predator.

Baca Juga :