Pentingnya Pendidikan Karakter Bagi Siswa di Sekolah – Renstra (rencana strategis) Kemetenterian Pendidikan Nasional (Sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) 2010-2014 telah mempermaklumkan penerapan edukasi karakter untuk semua jenjang edukasi di Indonesia mulai tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi (PT) dalam sistem edukasi di Indonesia. Berkaitan dengan pengamalan Renstra Pendidikan Karakter di seluruh jenjang itu maka sangat dibutuhkan kerja keras seluruh pihak, khususnya terhadap program -program yang mempunyai kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa mesti benar- benar dioptimalkan. Namun, penerapan edukasi karakter di sekolah membutuhkan pemahaman terhadap konsep, teori, metodologi dan software yang relevan dengan pembentukan karakter (character building) dan edukasi karakter (character education).

Selama ini semua guru telah mengajarkan edukasi karakter namun banyak sekali masih seputar teori dan konsep, belum hingga ranah metodologi dan aplikasinya dalam kehidupan. Idealnya, dalam masing-masing proses pembelajaran merangkum aspek konsep (hakikat), teori (syariat), cara (tarikat), dan software (makrifat), andai para guru telah mengajarkan kurikulum secara komprehensif melewati konsep, teori, metodologi, dan software setiap mata latihan dimana edukasi karakter telah terimplementasikan di dalamnya, maka kebermaknaan yang diajarkannya bakal lebih efektif dalam menunjang edukasi karakter. Tanpa pijakan dan pemahaman mengenai konsep, teori, serta cara yang jelas dan komprehensif tentang edukasi karakter, maka misi edukasi karakter pada sekolah-sekolah bakal menjadi sia-sia.

Pendidikan moral dalam sehari-hari sering digunakan untuk menyatakan aspek-aspek yang sehubungan dengan etika. Pembelajarannya lebih tidak sedikit disampaikan dalam format konsep dan teori mengenai nilai benar dan salah. Sedangkan penerapannya dalam kehidupan keseharian tidak menyentuh ranah afektif (apresiatif) dan psikomotorik (tidak menjadi kebiasaan) dalam perilaku siswa. Pendidikan akhlak lebih ditekankan pada pembentukan sikap batiniah supaya mempunyai spontanitas dalam melakukan kebaikan. Nilai benar dan salah diukur oleh nilai-nilai agamawi. Dalam Islam, nilai-nilai tersebut harus merujuk pada Alquran dan Sunnah. Jika perilaku kaum muslim telah tidak merujuk lagi pada Alquran dan Sunnah, mereka bisa dikategorikan kaum yang tidak berakhlak sekaligus bisa disebut kaum yang tidak bermoral.

Dalam implementasinya, edukasi akhlak masih tak berbeda dengan edukasi moral. Walaupun sejumlah pendidikan sudah mengaku berbasis moral dan akhlak namun masih berbanding lurus dengan naiknya angka kriminalitas dan kemunduran moral di kalangan anak sekolah. Sedangkan edukasi karakter adalahupaya pembimbingan perilaku siswa supaya mengetahui, mencintai, dan mengerjakan kebaikan. Fokusnya pada tujuan-tujuan etika melalaui proses pendalaman apresiasi dan pembiasaan.

Secara teoritis, karakter seseorang dapat dicermati dari tiga aspek, yaitu: mengetahui kebajikan (knowing the good), mencintai kebajikan (loving the good), dan melakukan kebajikan (doing the good). Pendidikan karakter bahwasannya bukan sebatas mendidik benar dan salah namun proses pembiasaan mengenai perilaku yang baik sampai-sampai siswa bisa memahami, menikmati dan inginkan berperilaku baik sampai-sampai terbentuklah tabiat yang baik.

Kembali untuk Renstra Kemendikbud mulai tahun 2011, semua tingkat edukasi di Indonesia mesti menyisipkan edukasi karakter. Apa sajakah 18 nilai-nilai yang terdapat dalam edukasi berkarakter bangsa?

1.Religius

Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan doktrin agama yang dianutnya, toleran terhadap pengamalan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

Berdoa sebelum dan sesuah pelajaran
Memberikan kesempatan untuk semua peserta didik untuk mengemban ibadah

2.Jujur

Perilaku yang didasarkan pada upaya menjalankan dirinya sebagai orang yang tidak jarang kali dapat diandalkan dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

Menyediakan fasilitats lokasi temuan barang hilang
Tempat pemberitahuan temuan atau hilang
Transparansi laporan finansial dan penilaian ruang belajar secara rutin
Larangan menyontek

3.Toleransi

Sikap dan perbuatan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan perbuatan orang beda yang bertolak belakang dari dirinya

Memberikan pelayanan yang sama terhadap semua warga ruang belajar tanpa memisahkan suku, agam, ras, golongan, dan kedudukan ekonomi
Memberikan pelayanan terhadap anak keperluan khusus
Bekerja dalam kumpulan yang berbeda

4. Disiplin

Tindakan yang mengindikasikan perilaku tertib dan patuh pada sekian banyak ketentuan dan peraturan

Membiasakan muncul tepat waktu
Membiasakan mematuhi aturan
Menggunakan pakaian praktik cocok dengan program studi keahliannya (SMK)
Penyimpanan dan pengeuaran perangkat dan bahan (sesuai program kehalian)

5.Kerja Keras

Perilaku yang mengindikasikan upaya betul-betul dalam mengatasi sekian banyak hambatan belajar, tugas dan menuntaskan tugas dengan sebaik-baiknya

Menciptakan suasan persaingan yang sehat
Menciptakan situasi etos kerja pantang menyerah, dan saya tahan belajar
Memiliki pajangan mengenai slogan atau motto mengenai giat bekerja dan belajar

6.Kreatif

Berpikir dan mengerjakan sesuatu guna menghasilkan teknik atau hasil baru dari sesuatu yang sudah dimiliki

Menciptakan kondisi belajar yang dapat menumbuhkan daya pikir dan beraksi kreatif
Pemberian tugas yang menantang timbulnya karya baru baik yang autentik maupun modifikasi

7.Mandiri

Sikap dan prilaku yang tidak gampang tergantung pada orang beda dalam menuntaskan tugas-tugas

Menciptakan suasa ruang belajar yang menyerahkan kesempatan untuk peserta didik guna bekerja mandiri

8.Demokratis

Cara berpikir, bersikap, dan beraksi yang menilai sama hak dan keharusan dirinya dan orang lain.

Mengambil keputusan secara bareng melalui musyarwah dan mufakat
Pemilihan kepengurusan ruang belajar secara terbuka
Seluruh produk kepandaian melalui musyawarah dan mufakat
Mengimplementasikan model-model pembelajaran yang dialogis dan interaktif

9.Rasa hendak tahu

Sikap dan perbuatan yg tidak jarang kali berupaya untuk memahami lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar

Menciptakan susana ruang belajar yang mengundang ras hendak tahu
Ekplorasi lingkungan secara terprogram
Tersedia media komunikasi atau informasi (media cetak atau media elektronik)

10.Semangat Kebangsaan

Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menanam kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.

Bekerjasama dengan temen sekelas yang bertolak belakang suku, etnis, kedudukan sosial-ekonomi
Mendiskuiskkan hari-hari besar nasional

11. Cinta Tanah Air

Cara berpikr, bersikap, dan melakukan yang mengindikasikan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa, lingkungan, fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.

Memajangkan foro presiden dan wakil presiden, bendera negara, emblem negara, peta indonesia, gambar kehidupan masyarakat Indonesia
Menggunakan produk produksi dalam negeri.

12.Menghargai Prestasi

Sikap dan perbuatan yang mendorong dirinya guna menghasilkan sesuatu yang berguna untuk masyarakat, mengakui, dan memuliakan keberhasilan orang lain.

Memberikan penghargaan atas hasil karya peserta didik
Memajang tanda tanda penghargaan prestasi
Menciptakan keadaan pembelajaran guna memotivasi peserta didik berprestasi

13.Bersahabat

Tindakan yang menunjukkan rasa senang berbicara, bergaul, dan berkolaborasi dengan orang lain.

Pengaturan ruang belajar yang mempermudah terjadinya interkasi peserta didik
Pembelajaran yang dialogis
Guru memperhatikan keluhan-keluhan peserta didik
Dalam berkomunikasi, guru tidak mengawal jarak dengan peserta didik

14.Cinta damai

Sikap, perkataan, dan perbuatan yang mengakibatkan orang beda merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya

Menciptakan suasan ruang belajar yang damai
Membiasakan perilaku penduduk sekolah yang anti kekerasan
Pembelajaran yang tidak bias gender
Kekerabatan di ruang belajar yang sarat kasih sayang

15.Gemar membaca

Kebiasaan meluangkan waktu guna membaca sekian banyak bacaan yang menyerahkan kebajikan untuk dirinya.

Daftar kitab atau artikel yang dibaca peserta didik
Frekuensi trafik perpustakaan
Saling tukar bacaan
Pembelajaran yang memotivasi anak memakai referensi

16.Peduli lingkungan

Sikap dan perbuatan yang tidak jarang kali berupaya mencegah kehancuran pada lingkungan alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya upaya guna memperbaiki kehancuran alam yang telah terjadi

Memelihara lingkungan kelas
Tersedia tempat pengasingan sampah di dalam kelas
Pembiasaan irit energi
Memasang stiker perintah mematikan lampu dan memblokir kran air pada masing-masing ruangan bilamana selesai dipakai (SMK)

17. Peduli Sosial

Sikap dan perbuatan yang selalu hendak memberi pertolongan pada orang beda dan masyarakat yang membutuhkan.

Berempati untuk sesama rekan kelas
Melakukan aksi sosial
Membangun kerukunan penduduk kelas

18.Tanggung Jawab

Sikap dan perilaku seseorang untuk mengemban tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa

Pelaksanaan tugas piket secara teratur
Peran serta aktif dalam pekerjaan sekolah
Mengajukan usul solusi masalah

Sayangnya dari 18 karakter itu sama seklai tidak terdapat karakter “Berani” dan “Kritis”, sebenarnya sua karakter ini sangat urgen untuk membangun insan Indonesia yang berkarakter kuat. Lagipula, karakter kritis malah menjadi ciri dari insan pembelajar dan inginkan belajar.

Sumber: Www.Pelajaran.Id