PLN Jabar Beri Pelatihan Bagi Guru Honorer

PLN Jabar Beri Pelatihan Bagi Guru Honorer

PLN Jabar Beri Pelatihan Bagi Guru Honorer

PLN Jabar Beri Pelatihan Bagi Guru Honorer

BANDUNG-PT PLN (Persero) melalui Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZIS) PLN mengadakan Pelatihan atau Upgrading bagi Guru Honorer dengan tema “Menjadikan Guru yang Berkompeten dan Berkarakter”.

Melalui pelatihan ini diharapkan kompetensi dan karakter para guru dapat ditingkatkan sehingga dapat terus berkontribusi untuk kemajuan dunia pendidikan di daerah Jawa Barat. Pelatihan ini ditujukan untuk 100 Guru Honorer yang tersebar di wilayah-wilayah tertinggal dari penjuru Jawa Barat antara lain Kab Tasikmalaya, Kab Ciamis, Kab Pangandaran, Kab Garut, Kab Bandung, Kab Sukabumi dan Kab Cianjur. Program Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut (8-9 Mei 2017) bertempat di Bale Sumur Bandung Kantor PLN Distribusi Jawa Barat.

Turut hadir dalam Pembukaan Pelatihan ini pada Senin (8/5) antara lain Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, General Manager PLN Distribusi Jawa Barat, Iwan Purwana serta Herry Hasanuddin selaku Ketua LAZIS PLN.

“PLN melihat bahwa pengabdian Guru Honorer ini sangat luar biasa dalam mendidik para siswa di daerah masing-masing. Kami hanya ingin apa yang kami berikan dapat menjadi penyemangat yang dapat memacu motivasi para guru dalam mengajar, sehingga dapat melahirkan generasi yang unggul di masa yang akan datang. Dengan demikian keberkahan rezeki yang disisihkan untuk zakat dari karyawan PLN ini dapat berkontribusi bagi kemajuan masyarakat,“ ungkap Iwan Purwana dalam sambutannya.

Guru Honorer yang dapat mengikuti pelatihan ini merupakan guru-guru yang

dianggap memenuhi kriteria seperti mengajar di madrasah daerah tertinggal, minimal sudah satu tahun mengabdi dan penghasilan maksimal 1 juta rupiah per bulan. Mereka didata dan dikumpulkan oleh anggota LAZIS PLN di Jawa Barat, untuk kemudian direkomendasikan mengikuti pelatihan ini. LAZIS PLN bekerja sama dengan Kafila Consulting untuk memberikan materi pelatihan sekaligus monitoring serta pendampingan ketika para peserta terjun kembali di tengah-tengah masyarakat setelah pelatihan ini.

Materi pelatihan yang disusun dalam program ini disesuaikan dengan kebutuhan

tenaga pendidik honorer di wilayah tertinggal.

“Fokus utama kami yaitu meningkatkan kompetensi individu dari para guru sehingga dapat memberikan pengaruh yang lebih besar lagi terhadap lingkungan sekitarnya mulai dari para siswa, sekolah kemudian Insya Allah bagi masyarakat disekitarnya,” ungkap Herry Hasanuddin.

Adapun materi pelatihan yang disampaikan antara lain Spiritual at Work,

Mengembangkan Minat Belajar dengan metode Quantum Teaching, dan Manajemen Efektif. Selain mendapatkan pelatihan dari trainer yang berpengalaman di bidangnya, para peserta juga akan mendapatkan uang pembinaan serta alat peraga pendidikan senilai Rp 2.500.000. Selain itu bagi tiga orang peserta terbaik akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. jo

 

Baca Juga :