Prinsip Penjahitan Luka Episiotomi

Prinsip Penjahitan Luka Episiotomi / Laserasi Perineum

a. Indikasi Episiotomi

1) Gawat janin
2) Persalinan per vaginam dengan penyulit (sungsang, tindakan vakum ataupun forsep).
3) Jaringan parut (perineum dan vagina) yang menghalangi kemajuan persalinan.
b. Tujuan Penjahitan
1. Untuk menyatukan kembali jaringan yang luka.
2. Mencegah kehilangan darah.
c. Keuntungan Teknik Jelujur
Selain teknik jahit satu-satu, dalam penjahitan digunakan teknik penjahitan dengan model jelujur. Adapun keuntungannya adalah:
· Mudah dipelajari.
· Tidak nyeri.
· Sedikit jahitan.
d. Hal Yang Perlu Diperhatikan
Dalam melakukan penjahitan perlu diperhatikan tentang:
1. Laserasi derajat satu yang tidak mengalami perdarahan, tidak perlu dilakukan penjahitan.
2. Menggunakan sedikit jahitan.
3. Menggunakan selalu teknik aseptik.
4. Menggunakan anestesi lokal, untuk memberikan kenyamanan ibu.
gambar 2 teknik anestesi

e. Nasehat Untuk Ibu
Setelah dilakukan penjahitan, bidan hendaklah memberikan nasehat kepada ibu. Hal ini berguna agar ibu selalu menjaga dan merawat luka jahitannya. Adapun nasehat yang diberikan diantaranya:
· Menjaga perineum ibu selalu dalam keadaan kering dan bersih.
· Menghindari penggunaan obat-obat tradisional pada lukanya.
· Mencuci perineum dengan air sabun dan air bersih sesering mungkin.
· Menyarankan ibu mengkonsumsi makanan dengan gizi yang tinggi.
· Menganjurkan banyak minum.
· Kunjungan ulang dilakukan 1 minggu setelah melahirkan untuk memeriksa luka jahitan.
7. Pemantauan Kala IV
Saat yang paling kritis pada ibu pasca melahirkan adalah pada masa post partum. Pemantauan ini dilakukan untuk mencegah adanya kematian ibu akibat perdarahan. Kematian ibu pasca persalinanbiasanya tejadi dalam 6 jam post partum. Hal ini disebabkan oleh infeksi, perdarahan dan eklampsia post partum. Selama kala IV, pemantauan dilakukan 15 menit pertama setelah plasentalahir dan 30 menit kedua setelah persalinan.
Setelah plasenta lahir, berikan asuhan yang berupa :
a. Rangsangan taktil (massase) uterus untuk merangsang kontraksi uterus.
b. Evaluasi tinggi fundus uteri – Caranya : letakkan jari tangan Anda secara melintang antara pusat dan fundus uteri. Fundus uteri harus sejajar dengan pusat atau dibawah pusat.
c. Perkirakan darah yang hilang secara keseluruhan.
d. Pemeriksaan perineum dari perdarahan aktif (apakah dari laserasi atau luka episiotomi).
e. Evaluasi kondisi umum ibu dan bayi.
f. Pendokumentasian.

Sumber: https://officialjimbreuer.com/