Sistem Zonasi PPDB Bakal Diatur Perpres

Sistem Zonasi PPDB Bakal Diatur Perpres

Sistem Zonasi PPDB Bakal Diatur Perpres

Sistem Zonasi PPDB Bakal Diatur Perpres

Pemerintah memastikan bahwa pelonggaran kuota jalur prestasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019 telah maksimal. Yakni dalam range 5-15 persen. Jika persentasenya terlalu besar, pemerataan pendidikan dikhawatirkan tidak berjalan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menuturkan,

penambahan kuota jalur prestasi untuk mengakomodasi aspirasi wali murid.

Revisi Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tersebut dilakukan demi kelancaraan pelaksanaan PPDB di berbagai daerah. “Saya harap begitu (mengakomodasi keinginan orang tua siswa berprestasi, Red),” kata Muhadjir di kantornya kemarin (21/6).

Dia mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. ”Kemudian kami ambil keputusan itu (revisi permendikbud, Red),” ujarnya.

Mengenai modifikasi kuota 90 persen jalur zonasi di beberapa daerah, Muhadjir

menilai itu sah-sah saja. Yang jelas, di dalamnya harus menampung siswa dengan ekonomi tidak mampu dan memiliki jarak dari rumah ke sekolah yang dekat.

Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu mengungkapkan, saat ini Presiden Joko Widodo menggodok pendekatan zonasi dalam bentuk peraturan presiden (perpres). Dengan demikian, sistem tersebut akan berlangsung lama meski nanti terjadi pergantian menteri.

Melalui zonasi, pemerintah bisa memetakan masalah pendidikan dalam lingkup yang

lebih kecil. Dengan begitu, persoalan akan mudah diketahui secara detail. Misalnya, persoalan daya tampung sekolah dan persebaran guru berkualitas yang tidak merata.

 

Sumber :

https://www.codecademy.com/tuxIndonesia