Syarat-Syarat Kalimat Baku

Syarat-Syarat Kalimat Baku

Syarat-Syarat Kalimat Baku

Syarat-Syarat Kalimat Baku

Adapun syarat-syarat kalimat baku yang diantaranya yaitu:


Menggunakan Tanda Baca Yang Benar

Penggunaan tanda baca sangat penting untuk membuat kalimat menjadi baku atau tidak baku. Penggunaan tanda baca seperti titik, koma, tanda tanya , tanda petik haruslah sesuai dengan kaidah penulisan kalimat bahasa Indonesia.

Berikut ini sebagian kecil fungsi dari tanda baca:

  • Koma (,) : memisahkan induk kalimat, dan anak kalimat memisahkan kalimat pengiring dan kalimat langsung dan memisahkan frasa/kata yang sama dalam pemeriaan dan sebagainya.
  • Titik (.) : menandakan akhir kalimat.
  • Tanda tanya (?) : digunakan dalam kalimat tanya dan lain-lain.

Menggunakan Huruf Kapital Yang Benar

Suatu kalimat akan menjadi tidak baku jika salah menulis huruf kapital, sehingga penggunaan huruf kapital ini harus diperhatikan. Huruf kapital biasanya digunakan untuk yaitu: nama orang, tempat, huruf pertama pada kalimat dan lain-lain.


Memiliki Struktur Dan Ketatabahasaan Yang Tepat

Kalimat baku harus memiliki ketepatan pada struktur bahasa dan ketatabahasaannya, yang dimaksudkan dengan struktur dan ketatabahasaan ialah adanya kejelasan struktur mana bagian subjek, predikat, objek dan keterangan. contoh :

  • Ayah membelikan buku adik (tidak baku)
  • Ayah membelikan adik buku (baku)

Padu

Kalimat baku yang termasuk kalimat efektif harus memiliki syarat padu. Kalimat yang padu ialah hubungan antara struktur dan gagasan utamanya harus sesuai atau saling mendukung.

Perhatikan kalimat berikut ini:

“Dari data yang didapat menunjukkan bahwa angka kecelakaan sepeda motor sangat tinggi”

Kalimat di atas tidak baku karena tidak memiliki unsur subjek yang jelas. Seharusnya kalimat tersebut ditulis seperti berikut ini.

“Kecelakaan sepeda motor sangat tinggi berdasarkan data yang didapat”.


Hemat

Kalimat baku harus memiliki kehematan kata, selain itu kehematan penggunaan kata juga membuat kalimat baku menjadi kalimat efektif.

Perhatikan contoh berikut ini:

“Para ibu-ibu melakukan aksi demo di depan pintu Gedung Perwakilan Rakyat RI”.

Kalimat diatas tidaklah baku dan juga efektif karena ada pemborosan kata di dalamnya, seharusnya kalimat tersebut ialah:

“Para ibu melakukan aksi demo di depan pintu Gedung Perwakilan Rakyat RI”.


Logis

Syarat kalimat baku yang terakhir ialah logis, suatu kalimat dikatakan logis apabila kalimat tersebut bisa dicerna atau diterima dengan akal sehat. Jika kita membaca suatu kalimat dan terdengar aneh, maka kalimat tersebut tidaklah baku.

Perhatikan contoh berikut ini:

“Bagi yang merokok harap dimatikan”

Kalimat tersebut tidaklah logis karena tidak masuk akal sehat, sepintas terdengar seperti orang yang merokok yang akan dimatikan, seharusnya kalimat tersebut menjadi:

“Orang yang merokok harus mematikan rokoknya”.


Sumber:

https://ironmanfactory.com/videoshowlite-apk/