Tentang Isi Bumi

Tentang Isi Bumi

Bumi sebagai Planet

Bumi mengorbitkan matahari dalam lintasan  berbentuk elips (Hukum Kepler I), pada jarak rata-rata 149,6 juta km (93 juta mil). Karena lintasannya berbentuk elips ini, maka jarak matahari bumi selalu berubah. Jarak matahari bumi yang terdekat (perihelion) terjadi pada tanggal 4 Januari, dengan jarak 91,5 juta mil dan jarak matahari-bumi terjauh (aphelion) terjadi pada tanggal 5 Juli dengan jarak 94,5juta mil, berarti perubahan matahari-bumi dalam satu tahun adalah sekitar tiga juta mil. Jarak rata-rata dari pusat matahari ke pusat bumi disebut IAU (Astronomical Unit/Satuan Jarak Astronomi).

Jarak bumi-matahari pada tanggal: 1 Januari: 147.001.000 km

1 April          : 149.501.000 km

1 Juli             : 152.003.000 km

1 Oktober     : 149.501.000 km

Bumi kita tidak bulat sempurna, tetapi tepat pada kutub-kutubnya dan menggelembung pada ekuatornya. Jari-jari di kutub bumi ini disebabkan pada saat baru terbentuk. Bumi belum terlalu padat dan rotasinya membuat menggelembung pada bagian yang tegak lurus sumbu rotasi, yaitu bagian ekuator.

Bagian-bagian Bumi

Bumi memiliki beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut adalah sebagai berikut.

Pengetahuan manusia tentang ini bumi masih sangat terbatas . inti bumi terdiri dari dua bagian, yaitu inti luar (tebalnya 2160 km) dan inti dalam (tebalnya 1320 km). Berat jenis inti bumi ini diperkirakan 10,7, sedangkan berat jenis litosfer rata-rata 2,8. Dari kedua macam berat jenis tersebut dapat disimpulkan bahwa inti bumi lebih berat daripada kulit bumi (barys = berat, sphaira = bulatan). Diduga barisfer terdiri dari nikel dan ferrum (besi) sehingga lapisan ini disebut juga “lapisan NiFe”. Inti luar diduga berwujud cair, sedangkan inti dalam berwujud padat.

Pengaruh panas matahari hanya terasa paling dalam 20 meter di bawah permukaan bumi. Setelah 20 meter ke bawah, temperaturnya telah konstan tidak lagi dipengaruhi musim panas dan dingin. Akan tetapi, makin masuk ke dalam bumi temperaturnya makin tinggi, umumnya tiap turun 33 m temperature naik 1 C. Angka 33 m ini disebut “jumlah geothermis”, artinya jumlah meter yang diperlukan untuk kenaikan temperatur 1 C, apabila turun vertikal ke dalam lapisan bumi. Di Eropa, digunakan ukuran 33 m, sedangkan di Amerika Utara digunakan 60 m. Ada istilah “derajat geothermis”, artinya jumlah derajat Celcius yang dicapai apabila turun vertikal 100 m ke dalam bumi.

Di Eropa, derajat geothermis = 100/33 x 1 C = 3,3 C, sedangkan di Amerika Utara 100/60 x 1 C = 1,6   C. Jumlah geothermis ataupun derajat geothermis tidak sama di setiap tempat. Batuan gunung berapi yang masih panas memperkecil jumlah geothermis. Makin besar jumlah geothermis suatu lapisan bumi, makin kecil derajat geothermisnya.

 

Dengan cara di atas, dapat dihitung temperatur inti

Bumi yaitu = jari-jari bumi/jumlah geotermis x 1  C = 6.370.000/33 x 1  C = 200.000  C. Namun, diduga bahwa makin jauh dari permukaan bumi makin kecil derajat geothermisnya (makin besar jumlah geothermisnya), sehingga temperature inti bumi tidak akan lebih dari 3.000   C. Dalam temperatur ini, segala macam zat telah mencair atau menjadi gas, tetapi karena tekanan berat dari lapisan-lapisan di atasnya maka barisfer tetap padat.

Beberapa alasan tentang padatnya barisfer, antara lain. (1) Bila seandainya barisfer itu cair, maka tentu akan terjadi pasang naik dan pasang surut yang mungkin akan mengakibatkan permukaan bumi kembang kempis. (2) Getaran-getaran gempa di Jepang dapat diukur di Inggris dengan alat-alat yang halus. Sifat tersebut menunjukkan bahwa inti bumi padat.

Inti bumi menyebabkan adanya sifat kemagnetan dari bumi. Bumi merupakan magnet raksasa dengan kutub utara magnet terletak di bagian utara bumi dan kutub selatan magnet terletak di bagian utara bumi, meskipun ternyata tidak tepat betul pada kutub bumi, menyimpang 17  dilihat dari pusat bumi.

Arah kemagnetan bumi merupakan salah satu misteri alam semesta sampai saat ini belum terungkap. Ini merupakan tantangan.

 

Selimut (Mantel)

Sesuai dengan namanya, lapisan ini bersifat melindungi bagian dalam bumi. Lapisan ini terdiri dari tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

a.Litosfer, artinya lithos = batuan, sphaira = bulatan. Lapisan ini terdiri dari dua lapisan, yaitu (1) lapisan “Sial” (Silicium dan Aluminium) terdapat di sebelah atas sekali dengan berat jenis rata-rata 2,65 dan tebalnya sekitar 50-100 km, dan (2) lapisan “Sima” (Silicium dan Magnesium) terdapat di sebelah bawah dengan berat jenis rata-rata 2,9 dan tebalnya kira-kira 1100 km.

b.Astenosfer, wujudnya agak kental, tebalnya 100-400 km. Diduga lapisan ini sebagai tempat formasi magma. Pada lapisan ini pula sintesis batuan dan mineral di bentuk. Karena wujudnya tidak padat, maka massa yang di atasnya dapat bergerak. Mungkin kondisi semacam ini yang dipikirkan sebagai dasar teori lempeng tektonik.

c.Mesosfer, wujudnya padat dengan tebal sekitar 2400-2750 km, terletak dibawah astenosfer. Pada perbatasan dengan inti bumi terdapat transisi, dimana kecepatan gelombang menurun dengan tajam.

 

Kerak Bumi

Lapisan ini menempati bagian paling atas dari permukaan bumi dengan tebal rata-rata antara 10-50 km, lapisan ini tidak sama tebalnya di semua tempat. Di atas benua tebalnya berkisar 20-50 km, tetapi di bawah permukaan laut tebalnya hanya sekitar 10-12 km saja, wujudnya padat.

Kerak bumi terdiri dari zat padat yang disebut batuan (termasuk pasir, tanah, abu gunung api, kerikil, tanah liat, dll). Menurut kejadiannya, batuan dibedakan atas tiga golongan,yaitu: Teks Laporan Hasil Observasi