TIPS MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK AGAR LEBIH TANGGAP BERSOSIALISASI

Bagaimanakah tahapan pertumbuhan bahasa pada anak dan stimulasi apa yang bisa orangtua kerjakan untuk mendukung keterampilan bahasa anak cocok tahapan usianya? Berikut tipsnya.

Usia 12- 18 bulan

Di umur ini, anak telah mengenali namanya dan menoleh ketika dipanggil. Saat ulang tahun kesatu, seringkali si kecil mulai dapat memanggil orangtuanya dengan sebutan spesifik, dan mulai cepat meniru kata yang didengar meski tidak paham artinya. Meski belum terlampau verbal, anak mengetahui lebih tidak sedikit dari yang terucap. Ia bisa merespon instruksi simpel seperti tepuk tangan atau salim, serta memakai bahasa tubuh guna mengomunikasikan kemauan dan kebutuhannya, laksana menunjuk dan menggeleng. Bagi stimulasi, senantiasa kelilingi dunia anak dengan kata-kata. Manfaatkan sehari-hari untuk memperkaya kosa katanya. Saat mandi, sabuni unsur tubuh anak sambil berbicara “ini tangan adik…ini perut…sekarang sabun kakinya yaa..” Ajarkan si kecil baby sign laksana menengadahkan tangan guna meminta sebuah barang. Katakan “mana tangan mintanya? Seperti ini yaa..”

Usia 18-24 bulan

Di usiaini, anak telah semakin mengetahui dunia sekitarnya. Ia mulai membina koneksi antara benda-benda yang ia lihat secara langsung dengan gambar-gambar, dapat menunjuk dengan tepat gambar benda tak asing saat ditanyakan. Kosa katanya tunggalnya telah semakin banyak, dan bahkan mulai bicara dengan kombinasi 2 kata laksana ‘minum susu’. Si kecil pun semakin interaktif, bisa mulai membalas pertanyaan sederhana. Bagi stimulasi, bacakan kitab setiap hari dan bermain tunjuk gambar. Pertama orangtua bisa menunjuk gambar-gambar di kitab sambil menyinggung namanya, kemudian bergantian mohon anak menunjuk gambar yang disebut. Dorong keterampilan bahasa si kecil dengan memberi pertanyaan terbuka. Daripadabertanya “kamu inginkan minum susu atau tidak?” tanyalah “kamu inginkan minum susu atau santap nasi?”

Usia 2-3 tahun

Pada umur ini terjadi lonjakan kosa kata yang besar. Si kecil menjadi semakin cepat menciduk makna kata dan belajar tidak sedikit kosa kata baru masing-masing harinya. Ia mulai bisa ikut berdendang dan mengisahkan pengalamannya. Anak juga semakin interaktif dan dapat berkomunikasi dua arah. Bukan melulu memahami instruksi dan membalas pertanyaan, ia juga semakin terdorong untuk mengetahui sekelilingnya dengan bertanya. Bagi stimulasi, sering-seringlah menyuruh anak berdendang dan mengobrol. Tanggapi pertanyaan dan kisah anak, tidak boleh matikan rasa hendak tahunya dengan tidak mengizinkan anak bertanya. Bisa pula dengan menyuruh anak bermain “Mama berkata” dan berikan instruksi laksana “buka laci lemari dan ambil kaos kaki garis-garis”. Permainan ini pun dapat dilakukan bareng teman supaya lebih tanggap bersosialisasi, misalnya “ambil kue-kue di dapur dan bagikan pada teman”.

Usia 3-6 tahun

Pada umur ini, keterampilan bahasa anak telah semakin berkembang. Anak telah dapat berkata dengan kalimat-kalimat panjang, dengan kosa kata yang semakin pelbagai (kata benda, kata sifat, kata kerja). Anak juga mulai mengetahui aturan berbahasa, laksana kapan memakai kalimat aktif / pasif dan menyesuaikan pemakaian kata cocok siapa yang disuruh bicara. Anak pun dapat memahami kisah yang lebih perumahan bahkan membuat kisah sendiri. Bagi stimulasi, ajak anak bermain pura-pura (pretend play) bareng teman laksana bermain masak-masakan, dokter-dokteran, atau lainnya. Permainan ini sangat berfungsi untuk menjadikan anak lebih tanggap bersosialisasi, sebab anak dapat berlatih membagi peran serta memperhatikan apa yang dibacakan teman dan menanggapi dengan pengakuan yang sesuai. Di samping itu, beri tidak sedikit kesempatan anak guna bercerita contohnya dengan menciptakan pertunjukan simpel (show and tell). Anak bisa diminta guna bercerita di hadapan anggota family maupun teman-temannya mengenai mainan/ makanan favoritnya dan empiris liburannya.

Sumber : http://act.st/jump.php/https://www.pelajaran.co.id/